Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) membekali wisudawan dan wisudawati Periode 145 dengan materi kesiapan kerja melalui kegiatan pembekalan sekaligus campus hiring di Auditorium UNP, Minggu (27/9/2026). Kegiatan ini menekankan bahwa lulusan perlu memahami perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang kini semakin memengaruhi dunia kerja.
UNP menghadirkan pakar industri dari NVIDIA dan J-BROS Computer untuk memberi pemahaman mengenai pemanfaatan AI, khususnya Agentic AI, beserta infrastruktur pendukungnya. Langkah ini diambil agar calon lulusan tak hanya memahami teori, tetapi juga mengerti praktik penerapan teknologi tersebut.
Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono, mengatakan AI menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang segera memasuki pasar kerja. Menurut dia, perubahan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga pemahaman yang kuat akan menjadi keunggulan tersendiri bagi lulusan.
“Materi AI yang dibahas hari ini bisa saja sudah berkembang pesat dalam setahun ke depan. Bagi mahasiswa yang siap memasuki dunia kerja, pemahaman sejauh mana teknologi AI berkembang akan memberikan keunggulan komparatif (advantage) di industri,” ujar Adrian Lesmono.
Adrian menegaskan, penggunaan AI tetap harus dibarengi kemampuan berpikir kritis. Ia menilai AI tidak boleh menjadi jalan pintas yang justru melemahkan daya pikir manusia, melainkan harus dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk memecahkan masalah.
Ia juga mendorong mahasiswa agar tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi aktif bereksperimen dan membangun solusi nyata, mulai dari pengembangan AI agent, aplikasi, hingga efisiensi alur kerja.
“Sebagai contoh di bidang pendidikan, seorang calon guru dapat memanfaatkan AI untuk mengustomisasi metode pengajaran atau menyusun soal sesuai tingkat kemampuan siswa secara efisien, bukan menyerahkan seluruh tugas keguruan kepada AI,” jelasnya.
Dari sisi teknis, Adrian menyebut penyelesaian persoalan berbasis AI membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, baik layanan berbayar maupun perangkat keras berteknologi tinggi seperti laptop ber-GPU AI.
Terkait penggunaan AI dalam akademik, termasuk untuk penyusunan skripsi atau tugas akhir, ia menyarankan perguruan tinggi membuat panduan yang jelas. Menurut dia, AI dapat membantu penyuntingan tata bahasa atau penyusunan proposal, tetapi gagasan utama harus tetap berasal dari mahasiswa.
Direktur J-BROS Computer & Smartphone Kota Padang, Hendri Gunawan, mengatakan perusahaannya berkomitmen mendukung pendidikan di Sumatera Barat melalui penyediaan sarana teknologi terkini. Ia menilai edukasi teknologi menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang cerdas dan berdaya saing.
Hendri juga menjelaskan bahwa pasar perangkat keras saat ini didominasi teknologi GPU NVIDIA melalui berbagai varian kartu grafis, seperti seri RTX 5050, 5060, hingga 5070, yang digunakan oleh berbagai merek laptop dan komputer.
“Dunia IT tidak terlepas dari edukasi kecepatan teknologi. Kami yakin dengan edukasi yang berkelanjutan, mahasiswa yang mengikuti pembekalan hari ini mendapatkan bekal dan tools yang tepat untuk masa depan. J-BROS siap mendampingi sektor pendidikan dalam mencerdaskan masyarakat dan mahasiswa di Sumatera Barat,” ungkap Hendri Gunawan.
UNP berharap kerja sama antara akademisi dan industri terus berlanjut, terutama dalam memfasilitasi program magang berbasis inovasi AI. Melalui langkah itu, lulusan baru UNP diharapkan lebih siap bertransisi ke dunia kerja profesional.







