Padang – Sumur-sumur milik warga di Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Pauh, mengering total dalam beberapa hari terakhir sehingga ratusan penduduk terpaksa mengantre berjam-jam untuk mendapatkan air bersih dari armada tangki bantuan.
Puluhan jerigen dan ember tampak tersusun rapi di pinggir jalan saat warga menunggu giliran; tanpa pasokan pemerintah, aktivitas sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan memasak nyaris lumpuh.
“Sumur di rumah sudah kering kerontang sejak dua hari lalu. Sekarang kami benar-benar hanya bergantung pada bantuan air bersih yang datang,” kata Yusnimar, salah seorang warga terdampak, Jumat (16/1/2026).
Menanggapi kondisi darurat itu, Pemerintah Kota Padang menurunkan bantuan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang mengerahkan armada tangki untuk mendistribusikan air ke pemukiman terdampak. Mobil pemadam kebakaran yang biasa menjinakkan api kini difungsikan untuk mengantar air bersih ke titik-titik antrean warga.
Universitas Andalas turut membantu distribusi dengan menerjunkan mobil pemadam kebakaran kampus; pihak kampus melakukan hingga tiga kali pengiriman dalam sehari untuk memastikan pasokan menjangkau seluruh titik terdampak di Pasar Ambacang.
Petugas di lokasi memastikan penyaluran bantuan akan terus dilakukan hingga krisis mereda dan meminta warga menghemat penggunaan air. “Gunakan air hanya untuk kebutuhan yang mendesak dan sangat penting. Kita berharap kondisi ini segera kembali normal,” ujar salah seorang petugas di lokasi pendistribusian.
Meskipun bantuan terus mengalir, pihak berwenang mengimbau warga untuk menerapkan penghematan ekstrem sembari upaya pemulihan sumber air terus dilakukan oleh pemerintah kota dan instansi terkait.







