Padang – PT Semen Padang melepas Shell Kiln Narogong 2, produk fabrikasi industri berat senilai Rp3,875 miliar yang dipesan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, sebagai bagian dari penguatan bisnis non semen perusahaan.
Pelepasan Shell Kiln dilakukan oleh Direktur Keuangan PT Semen Padang, Iskandar Z. Lubis, di area Workshop Fabrikasi & Konstruksi perusahaan, Senin (30/3/2026). Produk ini diproduksi oleh workshop yang berada di bawah Departemen Bisnis Non Semen & Produk Turunan.
“Ini membuktikan PT Semen Padang tidak lagi bergantung pada bisnis inti semen. Kami terus mengembangkan bisnis non semen sebagai sumber pertumbuhan baru,” kata Iskandar saat acara pelepasan.
Manajemen mendorong bisnis non semen sebagai strategi diversifikasi untuk merespons tekanan industri semen nasional akibat kelebihan pasokan dan persaingan harga. Unit Bisnis Non Semen & Produk Turunan berperan sebagai motor pertumbuhan baru dengan menawarkan layanan fabrikasi konstruksi dan produksi material turunan.
Unit tersebut kini memproduksi berbagai material turunan seperti basal, split basal, binder clay, serta produk inovatif seperti calcium carbonate dan Sepablock—bata interlock yang praktis dan efisien. “Kompetensi yang kami bangun selama puluhan tahun menjadi modal untuk bersaing. Transformasi ini adalah keniscayaan,” tambah Iskandar.
Kepala Departemen Bisnis Non Semen & Produk Turunan, Ridwan Muchtar, menyatakan workshop PT Semen Padang telah berkembang signifikan dari fungsi pendukung operasional menjadi pusat fabrikasi industri berat lintas sektor. “Awalnya hanya mendukung operasional internal, kini mampu memproduksi berbagai peralatan industri berat lintas sektor, mulai dari semen, pulp and paper, hingga nikel,” ujar Ridwan.
Ridwan juga menyebutkan sejumlah proyek besar yang telah dikerjakan workshop, antara lain untuk PT Riau Andalan Pulp and Paper serta berbagai industri strategis lainnya. “Kami siap menjadi mitra industri dengan standar kualitas tinggi, didukung fasilitas lengkap dan SDM kompeten,” kata Ridwan. Selain proyek domestik, workshop ini juga telah menembus pasar internasional, termasuk Bangladesh.
Shell Kiln Narogong 2 mengusung spesifikasi teknis tinggi: material DIN 16Mo3 dengan ketebalan 28 mm, diameter 5.600 mm, terdiri dari tiga section dengan panjang total 9,3 meter, dan bobot 36,14 ton. Seluruh proses fabrikasi diselesaikan dalam 19 hari sejak dimulai pada 6 Maret 2026, dengan target serah terima pada 28 April 2026. Keberhasilan ini melanjutkan capaian sebelumnya, yakni produksi Shell Kiln senilai Rp13,2 miliar untuk Pabrik Tonasa IV milik PT Semen Tonasa.
Workshop Bisnis Non Semen & Produk Turunan PT Semen Padang yang berdiri sejak 1988 kini menjadi pusat fabrikasi industri berat yang mengerjakan proyek strategis di dalam negeri, termasuk PT Semen Baturaja Tbk dan Toba Pulp Lestari Tbk. Transformasi ini menegaskan posisi PT Semen Padang sebagai penyedia solusi industri terintegrasi yang membuka peluang pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan impor.







