Padang – Forum Senior Pemuda Pancasila Sumatera Barat menuntaskan persiapan ziarah ke makam tokoh nasional Prof. Mr. Mohammad Yamin, SH, lewat rapat koordinasi yang digelar pada Minggu (19/4/2026). Agenda ziarah itu dijadwalkan berlangsung pada Sabtu-Minggu, 30-31 Mei 2026.
Rapat tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan difokuskan pada penyamaan persepsi serta kesiapan teknis agar seluruh rangkaian berjalan lancar di lapangan. Taufik menegaskan koordinasi ini penting untuk menyatukan langkah semua pihak yang terlibat.
“Dengan adanya rapat ini, kita berharap seluruh teknis kegiatan dapat berjalan dengan baik serta menciptakan keharmonisan dalam pelaksanaan ziarah,” ujarnya.
Ketua pelaksana, Nazar Tanjung, menyebut ziarah itu bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum untuk mengangkat kembali marwah organisasi. Dia juga menyoroti Mohammad Yamin sebagai salah satu perumus Pancasila yang berasal dari Ranah Minang, Sumatera Barat.
“Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa salah satu tokoh besar bangsa yang turut merumuskan Pancasila adalah putra daerah kita. Ini harus menjadi kebanggaan bersama,” tegas Nazar.
Dalam rapat itu, Jamalus Dt. Rajo Balai Gadang memaparkan sejumlah persiapan teknis, termasuk pemberitahuan kepada Ketua MPW PP Sumbar, Wakil Gubernur Sumbar untuk agenda pelepasan, Ketua MPC PP Kota Sawahlunto, serta Wali Kota Sawahlunto. Dia juga menyebut jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 100 personel.
Ketua Forum Senior PP Sumbar, Rosi Herman, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Menurut dia, ziarah itu merupakan bentuk penghormatan kepada tokoh bangsa sekaligus refleksi nilai kebangsaan.
“Ini adalah bentuk penghormatan kita sebagai kader PP kepada tokoh besar dari Sumatera Barat,” ujarnya.
Sekretaris Forum Senior, Doni Rinaldi, juga mengapresiasi inisiatif itu. Dia berharap seluruh jajaran forum senior dapat hadir dan berpartisipasi aktif pada hari pelaksanaan.
“Kami berharap seluruh anggota dapat meluangkan waktu untuk hadir dan menyukseskan kegiatan ini,” katanya.
Kegiatan ziarah itu diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni belaka, tetapi juga memperkuat nilai kebangsaan dan mempererat solidaritas antaranggota Pemuda Pancasila di Sumatera Barat.







