Menteri Resmikan, Kemenbud Dorong Daftarkan Museum Budaya Pariaman

diresmikan-menteri-kebudayaan,-kemenbud-dorong-pemko-segera-daftarkan-museum-budaya-pariaman
Diresmikan Menteri Kebudayaan, Kemenbud Dorong Pemko Segera Daftarkan Museum Budaya Pariaman

Pariaman – Kota Pariaman kini memiliki museum pertama sejak 23 tahun berdirinya. Museum Budaya Pariaman, yang berlokasi di Rumah Tabuik Pasa, diresmikan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, pada Minggu (6/7).

Fadli Zon secara tidak langsung mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman untuk segera mendaftarkan Museum Budaya Pariaman. Langkah ini dinilai penting agar pemerintah pusat dapat memberikan bantuan maksimal dalam penyediaan sarana edukasi dan etalase budaya.

Bacaan Lainnya

“Segera didaftarkan, diregistrasi. Sehingga kami dapat membantu bagaimana tata kelola, tata pamer dan lini masa dari artefak,” kata Fadli Zon saat peresmian Museum Budaya Pariaman, Minggu (6/7).

Menurutnya, museum ini memiliki potensi besar untuk menonjolkan kekayaan budaya Pariaman. Di dalamnya, terdapat dokumentasi foto kegiatan Tabuik sejak tahun 1887, serta berbagai keterangan terkait Tabuik.

Fadli Zon menjelaskan, pendaftaran museum akan membuka peluang standarisasi dari A, B, hingga C, yang berpotensi mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Kebudayaan.

Dengan diresmikannya Museum Budaya Pariaman, Fadli Zon menambahkan, jumlah museum di seluruh Indonesia kini mencapai 470. Museum-museum ini dikelola oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga swasta dan perorangan. “Sebelumnya museum di Indonesia 469, dengan diresmikannya Museum Budaya Pariaman maka jumlah museum bertambah 1,” ujarnya.

Fadli Zon berharap, museum-museum di Indonesia tidak hanya menjadi tempat penyimpanan artefak, tetapi juga menjadi ruang yang hidup dan etalase daerah.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyampaikan bahwa Museum Budaya Pariaman adalah museum pertama yang dimiliki oleh daerah itu sejak berdirinya kota tersebut 23 tahun yang lalu.

Yota Balad melanjutkan, gedung museum ini adalah Rumah Tabuik Pasa, salah satu dari dua rumah Tabuik di Pariaman. Rumah Tabuik ini tidak hanya menjadi tempat pembuatan ornamen Tabuik dan penyimpanan bukti penyelenggaraan Tabuik selama ratusan tahun, tetapi juga menjadi wadah kegiatan kesenian dan kreativitas warga.

“Museum ini merupakan museum pertama di Kota Pariaman dan akan menjadi rumah bagi berbagai koleksi artefak, benda-benda bersejarah, pakaian adat, alat musik tradisional, dan berbagai representasi kekayaan budaya Kota Pariaman dan Sumatra Barat secara keseluruhan. Ini merupakan sebuah kebanggan dari kami, telah monorehkan sebuah sejarah baru di kota yang terkenal dengan Budaya Tabuik nya ini,” ungkap Yota Balad, Minggu (6/7).

Yota Balad menambahkan, keberadaan museum ini bukan hanya sekadar tempat penyimpanan artefak dan benda bersejarah, tetapi juga akan menjadi pusat kegiatan budaya, tempat penelitian, dan objek wisata. “Keberadaan museum ini bukan hanya sekadar tempat penyimpanan artefak dan benda bersejarah, atau diorama saja, tetapi juga akan menjadi pusat kegiatan budaya, tempat penelitian, dan juga objek wisata yang dapat menarik pengunjung dari dalam maupun luar daerah, yang pada akhirnya akan turut mendorong kesejahteraan masyarakat kita. Dapat kami sampaikan juga, bahwa di halaman Rumah Tabuik Pasa ini juga sudah sering dimanfaatkan sebagai tempat latihan sanggar seni dan budaya yang ada di Kota Pariaman. Di Museum Budaya ini juga tersedia Galeri Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan juga Wifi,” tambahnya.

Pos terkait