Tim SAR Temukan Korban Kedua Banjir Bandang Solok

tim-sar-gabungan-temukan-korban-kedua-yang-dinyatakan-hilang-pasca-banjir-bandang-solok
Tim SAR Gabungan Temukan Korban Kedua yang Dinyatakan Hilang Pasca Banjir Bandang Solok

Arosuka – Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban banjir bandang yang melanda Nagari Batang Barus dan Nagari Koto Gaek Guguak, Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada hari kelima pencarian, Jumat (25/9/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin Muchlisin, mengatakan korban dievakuasi sekitar pukul 11.00 WIB. Korban diketahui bernama Agusra (59), warga Jorong Pasar Usang Lubuk, Nagari Koto Gadang Guguak.

Baca Juga

Berdasarkan data resmi Operasi SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, korban ditemukan oleh SRU 1 di Sektor A, tepatnya di area belakang Kantor Bupati Solok, pada koordinat 0°57’13.90″S 100°37’16.01″E. Lokasi itu berjarak sekitar 713 meter dari titik awal kejadian atau last known position (LKP). Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke RSUD Arosuka.

Dengan penemuan Agusra, jumlah korban jiwa akibat galodo tersebut sementara tercatat dua orang. Satu korban lainnya adalah Daffi Arrahman (21), warga Kayu Aro Aia Baliang. Sementara itu, 36 warga dilaporkan selamat.

Banjir bandang itu terjadi setelah hujan deras mengguyur Kabupaten Solok sejak pukul 18.00 WIB pada Senin (21/9/2026). Sekitar pukul 20.00 WIB, aliran air yang meluap memicu galodo dan menerjang permukiman warga.

Pada hari kelima pencarian, cuaca cerah dimanfaatkan untuk memperluas penyisiran di area sekitar 14 kilometer. Areal pencarian dibagi ke dalam empat sektor Search and Rescue Unit (SRU).

SRU 1 atau Sektor A menyisir radius sekitar 2,5 kilometer dari LKP. SRU 2 atau Sektor B bergerak di jalur sepanjang sekitar 3,5 kilometer. SRU 3 atau Sektor C menelusuri aliran lintasan sekitar 5 kilometer, sedangkan SRU 4 atau Sektor D menyisir wilayah hilir sepanjang sekitar 5 kilometer.

Operasi kemanusiaan skala besar ini melibatkan 1.407 personel gabungan. Mereka berasal dari Basarnas Padang beserta Unit Siaga Tanah Datar dan Solok Selatan, TNI, Polri/Brimob, BNPB, BPBD Provinsi Sumbar dan daerah sekitar, Damkar, Satpol PP, Dinas Sosial, relawan organisasi, hingga komunitas kebencanaan.

Untuk menembus lumpur dan puing galodo, tim juga mengerahkan berbagai alat utama, mulai dari kendaraan rescue, ekskavator, peralatan ekstrikasi dan mountaineering, hingga drone termal untuk mendeteksi korban dari udara. Tim SAR menegaskan pencarian akan terus dilakukan secara terukur dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel.

Rekomendasi