Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 363,1 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp532 miliar sepanjang Januari hingga September 2026. Capaian impresif ini diraih perusahaan di tengah tekanan industri semen yang menghadapi tantangan kelebihan kapasitas (overcapacity) serta kenaikan biaya energi.
Peningkatan profitabilitas tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 9,3 persen menjadi Rp27,67 triliun. Selain itu, perusahaan mencatatkan volume penjualan mencapai 27,87 juta ton dengan EBITDA yang tumbuh 8,4 persen menjadi Rp3,56 triliun.
Manajemen SIG menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kombinasi penguatan pasar dan efisiensi di berbagai lini. “Kinerja positif tersebut didukung keberhasilan perusahaan dalam mengendalikan biaya operasional dan memperbaiki struktur keuangan,” ungkap pihak perusahaan melalui unggahan akun Instagram resmi @sig.id pada Senin (2/11/2026).
Efektivitas langkah efisiensi terlihat dari beban pokok pendapatan yang hanya tumbuh 6,1 persen, serta keberhasilan menekan beban keuangan bersih hingga 37 persen. Di pasar domestik, penjualan SIG naik 4,2 persen menjadi 22,27 juta ton, yang disumbang oleh peningkatan permintaan semen kantong sebesar 4,6 persen dan semen curah sebesar 2,9 persen.
Selain fokus pada pasar dalam negeri, SIG kini mulai memperluas jangkauan ke pasar global. Sejak Juni 2026, perusahaan melalui PT Solusi Bangun Indonesia Tbk telah mengekspor lebih dari 300 ribu ton semen tipe khusus ke Amerika Serikat bekerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation.
Ke depan, SIG berkomitmen untuk menjaga momentum pertumbuhan melalui penerapan operational excellence serta optimalisasi produk rendah emisi. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing produk semen Indonesia di kancah internasional.







