Sawahlunto Gelar Simposium, Perkuat Pengelolaan Warisan Dunia

sawahlunto-tuan-rumah-simposium-internasional-wtbos
Sawahlunto Tuan Rumah Simposium Internasional WTBOS

SAWAHLUNTO – Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, kembali menjadi sorotan dunia dengan digelarnya Simposium internasional We Are Site Managers (WASM) edisi kedua. Kota yang menyandang status warisan dunia UNESCO ini menjadi tuan rumah bagi para manajer situs warisan dunia dari berbagai negara.

Simposium WASM menjadi wadah krusial bagi para pengelola situs warisan dunia yang berada di garda terdepan dalam menjalankan Konvensi UNESCO 1972. Mereka mengemban tanggung jawab besar untuk melestarikan, melindungi, dan menjaga Nilai Universal Luar Biasa (Outstanding Universal Value/OUV) dari situs-situs yang mereka kelola.

Bacaan Lainnya

Inisiatif penyelenggaraan simposium ini bermula dari diskusi para ahli dan manajer situs sejak tahun 2017 di Krakow, Polandia, hingga pertemuan terakhir pada tahun 2023 di Riyadh, Arab Saudi, dalam forum Komite Warisan Dunia UNESCO. Edisi perdana WASM sukses diselenggarakan pada tahun 2024 di George Town, Penang, Malaysia.

Simposium di Sawahlunto menjadi platform strategis untuk mempromosikan Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) ke kancah global. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman, ide, dan praktik terbaik dalam pengelolaan warisan dunia. Lebih lanjut, simposium ini bertujuan untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia, memperkaya pengetahuan manajemen situs, serta menghasilkan “WTBOS Document” yang akan dipublikasikan secara internasional dengan nama We Are Site Managers.

Simposium ini mengangkat sejumlah tema sentral, meliputi Recap of We Are Site Managers 2024, We Are Site Managers 2025, Introduction of Sawahlunto Document and Action Plans, World Heritage Site Management in Indonesia: Potentials and Challenges, Industrial Heritage Management, World Heritage Community and Ownership, World Heritage Identity, Interpretation and Presentation, serta Resources for Site Managers and Disaster Risk Management.

Sebanyak 35 pembicara dari 15 negara hadir dalam acara ini, dengan agenda yang meliputi diskusi, pertukaran pengalaman, hingga penyusunan rencana aksi bersama untuk memperkuat jaringan para manajer situs warisan dunia.

Pos terkait