Padang – Pemerintah Kota Padang terus berupaya menekan angka kemiskinan dengan memvalidasi data penerima bantuan sosial. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menegaskan pentingnya pembaruan data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) agar bantuan tepat sasaran.
“Pembaruan data penerima harus dilakukan secara berkala agar program penanggulangan kemiskinan berjalan tepat sasaran dan harus dipastikan bantuan hanya diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tegas Maigus saat memimpin rapat koordinasi di Balai Kota Padang, Kamis (6/11).
Maigus menambahkan, tujuan utama dari program ini bukan hanya sekadar memperbaiki data, tetapi juga meningkatkan taraf hidup masyarakat. “Tujuan kami bukan hanya memperbaiki data, tapi juga memperbaiki kehidupan masyarakat. Kami ingin warga miskin bisa bangkit dan mandiri,” imbuhnya.
Kepala Bappeda Kota Padang, Yenni Yuliza, mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Kota Padang menunjukkan tren positif. “Berdasarkan data BPS tahun 2025, jumlah penduduk miskin tercatat sebesar 3,83%, turun dibanding tahun sebelumnya yaitu 4,26%. Ini menunjukkan bahwa program-program pengentasan kemiskinan yang dijalankan mulai memberikan hasil yang nyata,” ujarnya.
Selain pembaruan data, rapat koordinasi tersebut juga membahas langkah-langkah lanjutan untuk membantu keluarga miskin ekstrem, termasuk program perbaikan rumah tidak layak huni dan pemberdayaan ekonomi. Pemerintah Kota Padang menargetkan penurunan angka kemiskinan hingga 2,71% pada tahun 2029, sesuai dengan target RPJMD 2025-2029.







