Sumatera Barat – Empat jembatan Bailey darurat kini tengah dibangun di Sumatera Barat untuk memulihkan akses vital yang terputus akibat bencana. Pembangunan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., selaku Dansatgas Pembangunan Jembatan Bailey. Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) mengerahkan personelnya untuk mempercepat pemulihan infrastruktur yang krusial bagi mobilitas warga, distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi.
Pembangunan jembatan Bailey menjadi prioritas utama karena kerusakan infrastruktur transportasi pascabencana telah menimbulkan berbagai kendala serius. “Sebagai pelaksana di lapangan, kami menjalankan instruksi Presiden melalui Kasad sebagai Dansatgas. Empat jembatan ini sangat krusial karena merupakan akses utama masyarakat. Kami terus bekerja maksimal agar dapat segera difungsikan kembali,” tegas Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M.
Progres pembangunan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Jembatan Bawah Kubang di Kabupaten Solok, sepanjang 21 meter, telah mencapai 58 persen penyelesaian. Jembatan ini menghubungkan Nagari Salayo dengan Nagari Koto Hilalang. Sementara itu, Jembatan Sikabau sepanjang 18 meter di Kabupaten Pasaman Barat, yang menghubungkan Kecamatan Sikabau dengan Ranah Koto Tinggi, telah mencapai 63 persen progres.
Di lokasi lain, pembangunan Jembatan Supayang sepanjang 39 meter di Kabupaten Solok, yang menghubungkan Nagari Paninggahan, baru mencapai 25 persen. Jembatan Padang Mantuang, dengan panjang 36 meter, yang menghubungkan Nagari Kuranji Hulu/Luhuang dengan jaringan jalan Padang Pariaman, masih dalam tahap awal pembangunan dengan progres 5 persen.
Kodam XX/TIB bersama seluruh jajaran TNI AD berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan bantuan nyata, dan bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam percepatan penanganan serta pemulihan kondisi pascabencana di Sumatera Barat. Pembangunan jembatan ini diharapkan segera memulihkan konektivitas dan mempercepat normalisasi aktivitas masyarakat.







