Padang – Perjalanan kereta api di Sumatera Barat mengalami gangguan akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut sejak Kamis (27/11/2025). PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat mengambil langkah pengalihan rute dan memberikan ganti rugi penuh kepada penumpang yang terdampak.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap luapan air yang menggenangi sejumlah titik jalur kereta api. Prioritas utama KAI saat ini adalah keselamatan penumpang, dan upaya pemulihan jalur terus dilakukan.
“Keselamatan pelanggan selalu menjadi hal yang utama,” kata Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, Kamis (27/11/2025). Ia juga menyampaikan apresiasi atas pengertian dan kesabaran para pelanggan serta masyarakat.
Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI memberikan pengembalian 100 persen biaya tiket (di luar bea pesan) bagi penumpang yang membatalkan perjalanan akibat keterlambatan lebih dari satu jam atau pembatalan operasional kereta. Penumpang dapat mengajukan klaim di loket stasiun hingga H+7 dari tanggal keberangkatan.
Beberapa perjalanan kereta api mengalami pengalihan rute, di antaranya KA Lembah Anai (Kayu Tanam – BIM) menjadi Kayu Tanam – Duku (PP) dan KA Minangkabau Ekspres (Pulau Aie – BIM) menjadi Pulau Aie – Duku (PP). Sementara itu, KA Pariaman Ekspres (Pauhlima – Naras) tetap beroperasi normal.
Petugas KAI terus memantau kondisi jalur dan melakukan normalisasi. Masyarakat diimbau untuk mendapatkan informasi terbaru melalui Contact Center 121, WhatsApp 0811-222-33-121, email cs@kai.id, serta akun media sosial resmi @keretaapisumbar_official dan @KAI121 di Instagram.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem,” ujar Reza. KAI terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan memantau kondisi jalur secara berkelanjutan.







