Padang – Seringkali disalahartikan sebagai ular, belut ternyata menyimpan fakta ilmiah yang berbeda. Meskipun bentuk tubuhnya menyerupai reptil melata tersebut, belut merupakan jenis ikan air tawar yang memiliki karakteristik unik dan klasifikasi tersendiri.
B. Sarwono dalam bukunya berjudul “Budi Daya Belut dan Sidat” menjelaskan, Jumat (27/6/2025), bahwa belut memiliki ciri khas berupa hilangnya sirip dada, punggung, dan dubur. “Bagian-bagian tubuh tersebut telah berevolusi menjadi lipatan kulit yang semakin menyerupai ular,” jelasnya.
Belut memiliki tubuh licin tanpa sisik, perut tanpa sirip, dan dubur di bagian belakang tubuh. Mereka berkembang biak dan bertelur di perairan berlumpur. Secara klasifikasi ilmiah, belut termasuk dalam Kingdom Animalia, Phylum Chordata, Kelas Pisces, Subkelas Teleostei, Ordo Synbranchidae, Famili Synbranchidae, dan Genus Monopterus. Di Indonesia, beberapa jenis belut yang dikenal antara lain belut sawah (Monopterus albus), belut rawa (Synbranchus bengalensis), dan belut kali atau laut (Macrotema caligans).
Safrida dalam buku “Zoologi Vertebrata” menerangkan, Jumat (27/6/2025), bahwa kelompok Pisces atau ikan adalah hewan bertulang belakang yang bernapas dengan insang. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa belut adalah ikan, bukan reptil seperti yang seringkali diasumsikan.
Dengan demikian, meskipun penampilannya menipu, belut dan ular tidak memiliki hubungan kekerabatan. Ular termasuk kelas reptilia, sementara belut adalah ikan air tawar yang memiliki peran penting dalam ekosistem dan bernilai ekonomis tinggi. Habitat belut yang berada di air tawar seperti sawah dan rawa, sangat berbeda dengan ular yang dapat hidup di berbagai lingkungan.







