Padang – PT Cordoba Berkah Mandiri Tour and Travel membantah pemberitaan yang menyebut ada 80 jemaah umrah gagal berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Rabu (30/9/2026). Perusahaan menegaskan, angka 80 itu bukan jumlah jemaah yang batal terbang, melainkan kursi pesawat yang tidak terisi.
Direktur PT Cordoba Berkah Mandiri Tour and Travel, H. Deri Oktaviandi, Lc., MA, mengatakan tidak ada satu pun jemaah Cordoba yang gagal berangkat pada tanggal tersebut. Ia menyebut, pada hari yang sama Cordoba tetap memberangkatkan 53 jemaah asal Tebo, Jambi, menuju Tanah Suci.
“Yang benar adalah seat pesawat Batik tidak terisi 80 pax dari 180 pax. Akan tetapi, informasi tersebut ditafsirkan sebagai ada travel lain yang gagal memberangkatkan 80 orang. Itu yang perlu diluruskan,” ujar Deri dalam jumpa pers bersama sejumlah awak media, Jumat (2/10/2026).
Deri menjelaskan, penerbangan carter itu memiliki kapasitas 180 penumpang. Dari jumlah tersebut, sekitar 100 kursi terisi, sedangkan 80 kursi lainnya kosong. Karena itu, ia meminta angka tersebut tidak langsung disimpulkan sebagai jumlah calon jemaah yang gagal berangkat tanpa memastikan identitas penumpang, asal travel, dan status keberangkatannya.
Ia juga menyoroti penggunaan foto jemaah Cordoba dalam pemberitaan soal persoalan keberangkatan jemaah umrah tersebut. Menurut dia, foto itu merupakan dokumentasi jemaah Cordoba yang sedang menjalani proses keberangkatan di BIM pada 30 September 2026.
“Kami sangat menyayangkan dan tidak terima hal itu terjadi. Pemberitaan tersebut menimbulkan kerisauan dan kegaduhan bagi mitra serta keluarga jemaah. Kemenhaj Sumbar harus meluruskan, dan mengklarifikasi di media massa,” tegasnya.
Deri menjelaskan, keberangkatan 53 jemaah Cordoba itu bertepatan dengan inspeksi mendadak (sidak) Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat di BIM. Sidak itu dilakukan dalam rangka penertiban travel yang tidak berizin. Situasi tersebut, kata dia, membuat dokumentasi di bandara menampilkan jemaah Cordoba yang akan berangkat umrah.
“Pada tanggal 30 September 2026, Cordoba memberangkatkan 53 jemaah dari Tebo, Jambi. Kebetulan pada tanggal keberangkatan itu ada sidak, sehingga foto kegiatan Kemenhaj di bandara menampilkan jemaah Cordoba yang akan berangkat umrah,” katanya.
Ia memastikan seluruh jemaah Cordoba yang diberangkatkan telah menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci. Deri menegaskan, persoalan 80 kursi pesawat yang tidak terisi tidak berkaitan dengan jemaah Cordoba.
“Alhamdulillah, jemaah Cordoba sebanyak 53 orang sudah selesai melaksanakan umrah di Tanah Suci. Jadi, kekisruhan yang terjadi di media bukan jemaah Cordoba dan tidak ada jemaah Cordoba yang gagal berangkat,” ujarnya.
Untuk memperkuat klarifikasinya, Deri memaparkan rekam jejak Cordoba yang berdiri sejak 2015. Perusahaan yang berkantor pusat di Kota Padang itu, katanya, mengantongi izin sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
“Cordoba sebagai travel yang sudah berdiri selama 11 tahun, dari 2015 sampai sekarang, memiliki izin lengkap, yaitu izin haji atau PIHK, izin umrah atau PPIU, dan izin bimbingan ibadah atau KBIHU,” ujarnya.
Selain melayani perjalanan haji dan umrah, Cordoba juga terlibat dalam pencarteran penerbangan umrah. Deri menyebut kerja sama itu antara lain dengan Citilink pada 2023-2024, Batik Premium pada 2025-2026, dan Lion Air pada 2026.
Cordoba juga menjalin kerja sama dengan sejumlah hotel di Arab Saudi dan menjadi provider visa yang melakukan proses penginputan visa jemaah. Menurut Deri, langkah itu dilakukan agar layanan jemaah berjalan dari keberangkatan hingga kebutuhan selama berada di Tanah Suci.
Ia mengatakan jaringan Cordoba kini berkembang dengan sekitar 300 cabang dan mitra di berbagai daerah. Setiap pekan, perusahaan itu memberangkatkan jemaah untuk menunaikan ibadah umrah.
“Cordoba memberangkatkan jemaah setiap minggu. Selama berdiri sejak 2015, kami sudah memberangkatkan ribuan jemaah umrah dan haji. Sampai saat ini cabang dan mitra Cordoba juga tersebar di sekitar 300 daerah,” katanya.
Deri menambahkan, paket perjalanan yang ditawarkan Cordoba dibuat beragam, mulai dari pilihan harga terjangkau hingga paket dengan fasilitas lebih lengkap. Perusahaan juga menyediakan perlengkapan haji dan umrah serta oleh-oleh, sehingga jemaah tidak perlu menghabiskan banyak waktu berbelanja di Arab Saudi.
Menurut dia, pengalaman lebih dari satu dekade membuat Cordoba memiliki tim operasional yang terus diperkuat untuk melayani kebutuhan jemaah. Ia berharap pelayanan itu dapat menjaga kepercayaan jemaah dan mitra yang telah dibangun selama ini.
Sebelumnya, Kakanwil Kemenhaj Sumbar M. Rifki menyampaikan adanya penerbangan carter berkapasitas 180 penumpang yang hanya mengangkut sekitar 100 penumpang. Kondisi itu kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak terkait.
Namun, klarifikasi Cordoba menempatkan persoalan tersebut dalam konteks berbeda. Angka 80 yang sempat muncul tidak serta-merta dapat disebut sebagai 80 jemaah Cordoba maupun 80 jemaah dari satu travel tertentu yang gagal berangkat.
Untuk memastikan persoalan secara utuh, data mengenai identitas penumpang, asal travel, status tiket, manifest penerbangan, dan alasan kursi tidak terisi masih perlu diverifikasi oleh pihak berwenang.
Hingga berita ini diturunkan, Kemenhaj Sumbar belum memberikan klarifikasi lanjutan mengenai perbedaan penafsiran angka 80 tersebut maupun penggunaan foto jemaah Cordoba dalam pemberitaan sebelumnya.







