Kabupaten Solok – Pemerintah Kabupaten Solok terus menggenjot program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya strategis meningkatkan kesehatan dan kecerdasan generasi muda. Program ini menyasar peserta didik dari PAUD hingga SMA/SMK, serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok, Medison, menyatakan program MBG bertujuan mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya, selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024. “Dengan adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ini, kita ingin pemerataan manfaat MBG di seluruh kecamatan, terutama di daerah terpencil seperti Tigo Lurah,” kata Medison saat memimpin rapat koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Senin (1/9/2025).
Program ini dijalankan oleh Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang bertugas sebagai Kepala Dapur atau SPPG. Saat ini, empat SPPG aktif beroperasi di Kabupaten Solok:
Yayasan Keluarga Bangkit Berkarya Maju Bersama (Arosuka): Melayani sekitar 3.295 jiwa di 15 sekolah sejak 14 Juli 2025.
Yayasan Perubahan Perbaikan Anak Bangsa (Singkarak): Menjangkau 3.000 siswa/jiwa di 18 sekolah sejak 4 Agustus 2025.
Yayasan Harapan Budiawan Bersaudara (Guguak Sarai): Memberikan manfaat kepada 2.346 siswa di 22 sekolah sejak 26 Agustus 2025.
Yayasan Kartika Purna Yudha (Selayo): Melayani 2.463 jiwa di 13 sekolah sejak 25 Agustus 2025.
Namun, Ermia Sofiyessi dari Badan Gizi Nasional (BGN) menyoroti bahwa dari 27 target SPPG di Kabupaten Solok, baru empat yang beroperasi. Ia mendesak pemerintah daerah untuk meningkatkan dukungan, termasuk menerbitkan Surat Keputusan Bupati terkait titik-titik penerima manfaat dan membentuk Koordinator Wilayah (Korwil) dalam Tim Satgas MBG.
Pemerintah Kabupaten Solok optimistis penambahan jumlah dapur gizi akan memperluas jangkauan program MBG. Diharapkan, inisiatif ini dapat mewujudkan generasi muda Solok yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing.







