Jakarta: “Sebelas Dua Belas,” Syukuri Persamaan, Nikmati Hidup Tanpa Terlalu Membedakan

beda-beda-tipis,-hidup-tetap-manis
Beda-Beda Tipis, Hidup Tetap Manis

Jakarta – Lebih dari sekadar perbandingan, ungkapan “beda-beda tipis” atau “sebelas dua belas” mengajak masyarakat untuk lebih fokus pada persamaan dan mensyukuri apa yang ada dalam hidup. Makna mendalam ini diungkapkan oleh kolumnis Salman Herbowo, yang menekankan pentingnya menghargai esensi daripada terpaku pada perbedaan kecil.

Salman Herbowo menjelaskan bahwa ungkapan tersebut sering muncul saat dihadapkan pada pilihan-pilihan yang serupa. “Misalnya, saat memilih antara dua kemeja berwarna biru tua dan biru dongker, atau saat membandingkan rasa rendang di dua rumah makan yang berbeda,” ujarnya secara langsung.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, perbedaan-perbedaan kecil ini justru memperkaya pengalaman hidup. “Saya melihat hidup lebih sering menghadirkan persamaan daripada perbedaan,” kata Salman. Ia mencontohkan, perbedaan gradasi warna biru tidak mengurangi esensi warna itu sendiri, begitu pula perbedaan dalam pertemanan tidak mengurangi kedekatan.

Salman menambahkan, terlepas dari pilihan yang diambil, seperti bekerja keras atau beristirahat, makan di restoran yang berbeda, atau menggunakan jenis SSD yang berbeda, tujuan utamanya tetap sama, yaitu memenuhi kebutuhan.

Ia juga menekankan agar masyarakat tidak terlalu fokus pada perbedaan, melainkan mensyukuri fungsi dan makna yang sesungguhnya. “Ungkapan ‘sebelas dua belas’ mengingatkan kita untuk lebih fokus pada persamaan dan mensyukuri apa yang ada,” tegasnya.

Pada akhirnya, Salman mengajak semua orang untuk menikmati hidup dengan rasa syukur, meskipun seringkali terasa “sebelas dua belas”. “Sama halnya dengan mi bihun goreng dan mi kwetiau goreng, sama-sama bikin kenyang meski teksturnya tak persis serupa. Daripada terlalu repot mencari perbedaan, lebih baik menikmatinya dengan senyum,” pungkasnya.

Pos terkait