Kementerian UMKM Gelar Festival Usaha Mikro Di Bukittinggi

bukittinggi-tuan-rumah-festival-kemudahan-dan-pelindungan-usaha-mikro-ri
Bukittinggi Tuan Rumah Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro RI

Bukittinggi – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah menggelar Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Jumat, 9 Oktober 2026. Acara ini menarik perhatian ratusan pelaku UMKM dari berbagai daerah dan menjadi ajang untuk memperkuat usaha mikro melalui pendampingan, fasilitasi, dan perluasan jejaring usaha.

Plt. Deputi Bidang Usaha Mikro, Reghi Perdana, mengatakan festival tersebut disiapkan sebagai ruang bertemu bagi pelaku usaha mikro dengan pihak-pihak yang dapat mendukung pengembangan usaha. Ia menyebut kegiatan itu juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi peserta.

Baca Juga

“Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro menjadi wadah untuk memberikan fasilitasi, pendampingan, serta mempertemukan pengusaha mikro dengan berbagai pihak yang dapat mendukung pengembangan usaha,” ujarnya.

Sebanyak 800 pelaku UMKM mengikuti rangkaian kegiatan yang mencakup konsultasi usaha, talkshow, literasi keuangan, hingga pameran produk unggulan. Seluruh agenda itu dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap dukungan pemerintah.

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, terutama Kementerian UMKM, atas perhatian yang diberikan kepada pelaku usaha di Sumatra Barat, khususnya di Bukittinggi. Ia berharap program pembinaan dan perlindungan usaha mikro dapat mempercepat kebangkitan UMKM di daerah itu.

“Penataan pedestrian di Kota Bukittinggi dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Dengan pedestrian yang lebih baik, diharapkan semakin banyak orang datang ke Bukittinggi sehingga berdampak positif terhadap pemasaran produk UMKM. Selain itu, peningkatan kualitas produk dan pengemasan juga penting agar produk UMKM semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Ramlan.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, pelaku usaha, dan pengunjung atas potensi ketidaknyamanan selama proses penataan pedestrian berlangsung. Menurut dia, kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan pejalan kaki sekaligus mendorong aktivitas ekonomi, terutama bagi UMKM di kota itu.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menegaskan bahwa kemudahan perizinan dan perlindungan usaha menjadi kunci untuk memperkuat UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah Provinsi Sumbar, kata dia, terus bekerja sama dengan pemerintah pusat dan instansi terkait untuk memfasilitasi legalitas usaha, sertifikasi halal, pendaftaran merek, serta akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam menggerakkan perekonomian Sumatera Barat. Karena itu, selain memberikan kemudahan perizinan dan dukungan pembiayaan, kita juga perlu memperkuat akses pasar agar produk UMKM semakin berkembang. Upaya ini dilakukan melalui pemanfaatan digitalisasi, pengadaan produk lokal oleh pemerintah, serta perluasan pasar hingga ke tingkat internasional,” ujarnya.

Wakil Menteri UMKM RI Helvi Moraza menyatakan kementeriannya terus mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah melalui fasilitasi permodalan, akses pasar, perizinan, legalitas, dan pendampingan usaha. Ia mengatakan festival di Bukittinggi digelar untuk memperluas jangkauan layanan pemerintah bagi pelaku UMKM.

“Ada dua hal yang sangat pokok dan menentukan arah perkembangan UMKM, yaitu akses permodalan dan akses pasar. Di samping itu, ada perizinan, legalitas, pendampingan, serta fasilitasi dengan lembaga pembiayaan perbankan maupun nonperbankan,” katanya.

Helvi juga mengatakan pemerintah memberi perhatian kepada pelaku UMKM yang terdampak bencana di Sumatera Barat melalui dukungan pembiayaan dan pendampingan usaha. Selain itu, pemerintah mendorong pemanfaatan platform digital SAPA UMKM serta perluasan akses pasar hingga ekspor untuk memperkuat daya saing produk lokal.

“Kami ingin produk unggulan Sumatera Barat menjadi primadona yang mampu menopang perekonomian daerah. Karena itu, kami mengajak para pelaku UMKM dan pemerintah daerah untuk memanfaatkan berbagai program yang disediakan Kementerian UMKM. Silakan berkonsultasi dan meminta dukungan program agar usaha semakin berkembang,” ujarnya.

Rekomendasi