KRTI 2025 Padang Rampung: Mahasiswa Unjuk Gigi Inovasi Robot Terbang!

krti-2025-di-unand-resmi-ditutup,-ugm-raih-juara-umum
KRTI 2025 di UNAND Resmi Ditutup, UGM Raih Juara Umum

Padang – Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2025 rampungkan perhelatan akbar yang menampilkan inovasi teknologi kedirgantaraan dari berbagai universitas di Indonesia. Kompetisi yang berlangsung selama lima hari di Universitas Andalas (UNAND) ini resmi ditutup pada Senin (20/10/2025).

Ajang tahunan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di bidang robotika. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek, Dr. Benny Bandanadjaja, memberikan apresiasi tinggi atas semangat dan kreativitas yang ditunjukkan para peserta.

Bacaan Lainnya

“Selama beberapa hari ini, kita bukan hanya menyaksikan robot yang terbang di udara, tetapi juga melihat harapan dan kebanggaan bangsa Indonesia ikut mengudara,” ujar Bandanadjaja saat memberikan sambutan dalam acara penutupan di Auditorium Kampus Limau Manis.

Bandanadjaja juga menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya KRTI 2025, termasuk UNAND sebagai tuan rumah, Lanud Sutan Sjahrir Padang atas dukungan fasilitas, LLDIKTI Wilayah X, para dewan juri, serta panitia nasional. Ia berharap ajang ini dapat memicu kolaborasi antar kampus.

“Menang atau kalah bukanlah akhir dari perjalanan. Teruslah berinovasi, berkarya, dan berkolaborasi setelah KRTI ini usai. Siapa tahu, dari pertemuan di Padang ini lahir kolaborasi lintas kampus yang menghasilkan karya kelas dunia,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I UNAND, Prof. Dr. Syukri Arief, M.Eng., mengungkapkan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada UNAND untuk menjadi tuan rumah KRTI 2025. Menurutnya, KRTI bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan juga ruang pembelajaran dan laboratorium kehidupan tempat lahirnya gagasan dan karya baru.

“KRTI bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran dan laboratorium kehidupan tempat lahirnya gagasan dan karya baru. Kemenangan bukan hanya milik juara, melainkan semua yang telah berproses dengan dedikasi dan semangat pantang menyerah,” ungkap Prof. Syukri.

Prof. Syukri menambahkan bahwa KRTI memiliki dampak nyata dalam menumbuhkan kemampuan praktis dan kontribusi terhadap industri pertahanan nasional. Ia berharap teknologi yang dikembangkan mahasiswa dapat diimplementasikan dan dihilirkan menjadi bagian dari industri bangsa. “Mari jadikan KRTI simbol kebersamaan akademik, inovasi tanpa batas, dan cinta terhadap pengetahuan,” pungkasnya.

Pos terkait