Padang – Keseimbangan hidup antara kesibukan dan relaksasi menjadi tantangan tersendiri di era modern ini. Dua tipe manusia, “kutu kerja” yang selalu aktif dan “tukang mager” yang gemar bermalas-malasan, memainkan peran penting dalam dinamika tersebut.
Lastry Monika, Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Universitas Andalas (Unand), menyoroti fenomena ini melalui analisis karakter Tatsu dari serial Netflix “The Ingenuity of the Househusband”. Tatsu, seorang mantan Yakuza yang beralih menjadi bapak rumah tangga, digambarkan selalu gagal untuk benar-benar bersantai.
“Dalam sebuah episode, Tatsu sebenarnya hanya ingin menikmati waktu luang dengan roti, minuman, dan tidur siang. Namun, ia selalu menemukan kesibukan baru,” kata Lastry, menjelaskan bagaimana Tatsu terus-menerus mencari aktivitas, mulai dari mengelap daun hingga mengisi botol deterjen.
Lastry menjelaskan bahwa Tatsu merepresentasikan “kutu kerja” yang merasa perlu selalu produktif. Sebaliknya, ada “tukang mager” seperti Maruko dari kartun Chibi Maruko-chan, yang lebih memilih bersantai dan menunda pekerjaan.
“Kutu kerja sering menganggap kesibukan sebagai indikator kesuksesan dan merasa bersalah saat tidak melakukan apa-apa,” ungkap Lastry. Sementara itu, “tukang mager” menganut filosofi “slow living” dan menikmati waktu santai untuk menghilangkan stres.
“Tukang mager adalah penganut paham slow living level dewa. Duduk di teras sambil minum es teh, menggulir layar ponsel tanpa tujuan, atau tidur siang tiga babak adalah pencapaian yang patut dirayakan,” imbuhnya.
Lastry menekankan bahwa kedua tipe manusia ini dibutuhkan. “Kutu kerja” menjaga produktivitas dunia, sementara “tukang mager” mengingatkan untuk menikmati hidup dan tidak selalu terburu-buru.
“Pada akhirnya, baik ‘kutu kerja’ maupun ‘tukang mager’ memiliki peran masing-masing. ‘Kutu kerja’ membuat hidup terasa produktif, sementara ‘tukang mager’ membuat hidup terasa nikmat,” pungkas Lastry, menyarankan agar setiap individu dapat menyeimbangkan kedua sisi tersebut dalam diri mereka, menjadi Tatsu yang rajin dan Maruko yang santai sesuai kebutuhan.







