Jakarta – Konsumsi mie instan mentah kembali memakan korban. Seorang bocah laki-laki berusia 13 tahun di Kairo, Mesir, dilaporkan meninggal dunia setelah mengonsumsi tiga bungkus mie instan kering dalam waktu singkat. Peristiwa ini memicu kekhawatiran akan bahaya kebiasaan yang dianggap remeh tersebut.
Menurut laporan media setempat yang mengutip Daily Mail UK (26/8/2025), insiden nahas ini terjadi pada Senin (25/8) malam. Korban awalnya dalam kondisi sehat, namun sekitar 30 menit setelah mengonsumsi mie mentah, ia mengalami sakit perut hebat, berkeringat berlebihan, dan muntah terus-menerus hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap pemilik toko tempat korban membeli mie instan untuk memastikan kelayakan produk tersebut. Seorang sumber kepolisian pada Jumat (27/6/2025) menyatakan, “Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan mie instan tersebut tidak mengandung zat berbahaya.” Hasil autopsi mengindikasikan bahwa penyebab kematian diduga akibat gangguan pencernaan akut atau penyumbatan usus akibat konsumsi mie mentah yang berlebihan.
Kasus ini memicu perdebatan di Mesir mengenai bahaya konsumsi mie instan dan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap makanan olahan. Kebiasaan mengonsumsi mie mentah bukanlah fenomena baru, bahkan sempat menjadi tren melalui tantangan “Eat Ramen Raw” di TikTok, yang mendorong anak-anak dan remaja untuk mengonsumsi mie kering langsung dari kemasannya.
Para pakar gizi mengingatkan bahwa mie instan mentah sulit dicerna oleh tubuh. Teksturnya yang keras berpotensi menyebabkan penyumbatan usus, sementara kandungan natrium yang tinggi dapat menyebabkan dehidrasi parah. WHO merekomendasikan asupan natrium harian tidak lebih dari 2.000 miligram, sementara satu bungkus mie instan dapat mengandung lebih dari 1.300 miligram.
Prof. Lauren Ball dari University of Queensland pada Jumat (27/6/2025) menegaskan bahwa konsumsi mie instan mentah secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan usus hingga kematian. “Kalau dikonsumsi berlebihan, apalagi mentah, risiko gangguan usus hingga kematian tetap ada,” tegasnya.
Tragedi ini diharapkan menjadi peringatan bagi masyarakat luas, tidak hanya di Mesir, tetapi juga di negara-negara lain di mana mie instan sering dikonsumsi sebagai camilan tanpa melalui proses pemasakan terlebih dahulu.







