Medsos Sebelum Tidur Rusak Istirahat, Ganggu Mental: Ahli Ingatkan!

main-medsos-sebelum-tidur?-ini-dampak-diam-diam-pada-otak-dan-mental
Main Medsos Sebelum Tidur? Ini Dampak Diam-Diam pada Otak dan Mental

Jakarta – Kualitas tidur terancam akibat kebiasaan bermain media sosial sebelum beristirahat. Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa interaksi emosional yang intens di dunia maya, lebih dari sekadar durasi penggunaan ponsel, menjadi pemicu utama gangguan tidur dan berdampak buruk bagi kesehatan mental.

Paparan cahaya biru dari layar ponsel menekan produksi melatonin, hormon penting yang mengatur siklus tidur. Otak pun terus aktif akibat informasi dan emosi yang membanjiri dari media sosial, meskipun tubuh sudah lelah. Kondisi ini menyebabkan kesulitan tidur, kualitas tidur buruk, bahkan stres yang tidak disadari.

Bacaan Lainnya

“Persoalan utamanya bukan soal berapa lama kita menatap layar, tapi bagaimana kita berinteraksi dengan media sosial sebelum tidur,” ujar seorang ahli kesehatan tidur, baru-baru ini.

Sebuah studi pada tahun 2024 yang melibatkan lebih dari 800 anak muda menunjukkan bahwa keterlibatan emosional yang tinggi saat menggunakan media sosial berkorelasi signifikan dengan kualitas tidur yang buruk. Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, membaca konten yang memicu emosi, atau terus-menerus mengejar notifikasi membuat otak terus “menyala” saat seharusnya beristirahat.

Aktivitas seperti doomscrolling berita negatif, melihat unggahan kehidupan “sempurna” orang lain, atau rasa takut ketinggalan berita (fear of missing out atau FOMO) dapat menunda tidur dan menurunkan kualitas istirahat.

Untuk menenangkan tubuh dan pikiran, para ahli menyarankan untuk menghindari konten emosional setidaknya 30 hingga 60 menit sebelum tidur. Selain itu, penting untuk memisahkan area tidur dari ponsel, mengaktifkan mode “Jangan Ganggu”, dan mengurangi kebiasaan scrolling tanpa tujuan.

Rutinitas relaksasi seperti membaca buku fisik atau menulis jurnal dapat membantu menenangkan pikiran sebelum tidur. Dengan meningkatkan kesadaran tentang cara menggunakan media sosial di malam hari, diharapkan tidur dapat kembali menjadi waktu istirahat yang berkualitas, bukan sekadar jeda di antara notifikasi.

Pos terkait