Padang Siapkan 60 KSB Jadi Trainer Bencana

perkuat-kesiapsiagaan-warga,-60-anggota-ksb-padang-bakal-jadi-trainer-kebencanaan
Perkuat Kesiapsiagaan Warga, 60 Anggota KSB Padang Bakal Jadi Trainer Kebencanaan

Padang – Pemerintah Kota Padang menyiapkan 60 anggota Kelompok Siaga Bencana (KSB) untuk menjadi trainer kebencanaan guna memperluas edukasi sekaligus memperkuat kesiapsiagaan warga menghadapi berbagai ancaman bencana.

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan KSB menjadi garda terdepan pemerintah saat kondisi darurat, sekaligus berperan membangun kesiapsiagaan masyarakat sebelum bencana terjadi.

Baca Juga

Ia menilai kondisi geografis Kota Padang menuntut sistem kesiapsiagaan yang terencana dan berkelanjutan. Kota ini, kata dia, menghadapi beragam potensi bencana dengan karakter ancaman berbeda, mulai dari gempa bumi, tsunami, hujan ekstrem, banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin puting beliung.

“Kita harus betul-betul meningkatkan kesiapsiagaan dan kesigapan kita dalam menghadapi bencana,” ujar Fadly.

Pernyataan itu disampaikan saat membuka Pelatihan Dasar Manajemen Bencana Tahun 2026 di Convention Hall Bukit Lampu, Kota Padang, Senin, 21 September 2026.

Fadly menegaskan, pemetaan peran menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat. Menurut dia, setiap pihak perlu memahami tugas, lokasi penanganan, dan bentuk pertolongan pertama agar respons berjalan cepat dan terarah.

“Ketika nanti terjadi suatu bencana, harus terpetakan dengan baik siapa, di mana, dan bagaimana penanganan pertama,” katanya.

Ia berharap peserta pelatihan bisa menerapkan materi yang diperoleh, lalu menularkannya kepada masyarakat di lingkungan masing-masing. Dengan begitu, KSB dapat berkembang menjadi jejaring edukasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton mengatakan pelatihan ini bertujuan membentuk KSB yang tangguh, responsif, dan terorganisir. Sebanyak 60 peserta dibekali kemampuan untuk mendukung penanggulangan bencana.

“Pelatihan ini diadakan selama lima hari, sampai dengan 25 September 2026 mendatang,” jelas Hendri.

Ia menyebut peserta berasal dari KSB yang memiliki potensi menjadi pengajar atau trainer kebencanaan.

“Peserta pelatihan ini ditujukan kepada KSB yang memiliki potensi menjadi pengajar atau trainer,” katanya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Padang Helmi Moesim menilai penguatan kapasitas KSB penting dilakukan. Menurut dia, kelompok ini merupakan mitra pemerintah yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Helmi menambahkan, pelatihan tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat koordinasi dalam mitigasi dan penanggulangan bencana.

“Pemerintah kota memandang KSB sebagai mitra pemerintah dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana,” ujar Helmi.

Pelatihan Dasar Manajemen Bencana Tahun 2026 berlangsung selama lima hari, pada 21 hingga 25 September 2026, di Convention Hall Bukit Lampu. Peserta berasal dari anggota KSB Kecamatan Padang Timur yang dinilai berpotensi menjadi edukator kebencanaan.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap pengetahuan kebencanaan semakin mudah menjangkau masyarakat, sehingga kesiapsiagaan warga tumbuh lewat edukasi yang dekat dengan lingkungan mereka.

Rekomendasi