Kabupaten Solok – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) kembali menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir bandang galodo di Kabupaten Solok. Bantuan yang diserahkan di Posko Batang Barus pada 2 Oktober 2026 itu juga ditujukan untuk Tim Satuan Tugas (Satgas) yang masih menangani penanganan bencana di lapangan.
Bantuan tersebut mencakup perlengkapan sekolah untuk anak-anak, paket sembako, serta extra fooding bagi petugas Satgas. Penyaluran ini menjadi lanjutan dari bantuan yang sebelumnya telah diberikan tak lama setelah bencana melanda pada akhir bulan lalu.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi atas dukungan Pertamina kepada masyarakat setempat. Ia menilai bantuan itu sangat membantu, terutama bagi anak-anak yang bersiap kembali bersekolah dan para relawan yang bertugas di lapangan.
“Terimakasih atas support yang diberikan kepada kami, baik di posko maupun bantuan untuk anak-anak terdampak yang akan kembali bersekolah, termasuk para relawan, juga diberikan suplemen agar tetap sehat dan kuat. Sekali lagi, Pertamina Peduli, luar biasa. Hari ini merupakan bantuan yang kedua untuk Solok dan ini tentu menjadi ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya dari kami atas nama Pemerintah Daerah,” ujar Jon Pandu.
Di sisi lain, Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga Fahrougi Andriani Sumampouw menegaskan perusahaan tidak hanya berfokus pada distribusi energi. Menurut dia, Pertamina juga menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan bagi masyarakat.
“Hari ini kita kembali menyalurkan bantuan untuk kebutuhan masyarakat terdampak dan juga Tim Satgas. Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu proses pemulihan pasca banjir bandang ‘galodo’ di Kabupaten Solok. Melalui dukungan upaya pemulihan ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus memperkuat sinergi dan hubungan baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Pertamina hadir tidak hanya sebagai penyedia energi nasional, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Masa tanggap darurat banjir bandang di Kabupaten Solok telah ditetapkan selama 14 hari, terhitung 22 September hingga 5 Oktober 2026. Pemerintah setempat masih mengkaji kemungkinan memperpanjang status tersebut, tergantung perkembangan penanganan di lapangan.
Pertamina menyebut langkah pemulihan ini sebagai bagian dari kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.







