Padang – Bantuan logistik makanan mulai disalurkan untuk mendukung dapur umum bagi warga terdampak banjir di Kota Padang, Minggu (11/9/2026). Bantuan ini diprioritaskan untuk memastikan kebutuhan pangan warga tetap terpenuhi saat banyak rumah dan lingkungan masih tergenang.
Penyaluran bantuan salah satunya dilakukan di Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah. Di lokasi itu, anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS, Rahmat Saleh, menyerahkan 40 karung beras beserta bantuan pendukung lainnya kepada warga terdampak.
Kawasan tersebut menjadi salah satu wilayah yang terdampak setelah hujan lebat mengguyur Kota Padang sehari sebelumnya. Kondisi itu membuat sejumlah warga kesulitan memasak dan menyiapkan makanan secara mandiri.
Rahmat menegaskan bahwa dalam situasi darurat, makanan harus segera dipenuhi karena tidak semua warga memiliki kesempatan untuk menyiapkan konsumsi sendiri.
“Ketika banjir terjadi, salah satu kebutuhan yang harus segera dipenuhi adalah makanan. Warga yang rumahnya terdampak belum tentu bisa memasak seperti biasa. Karena itu, bantuan logistik untuk mendukung dapur umum perlu diprioritaskan,” ujarnya.
Ia menilai penyaluran bantuan menjadi bagian dari upaya membantu warga menghadapi dampak langsung bencana. Selain itu, menurut dia, warga terdampak tetap membutuhkan perhatian agar aktivitas harian bisa kembali berjalan setelah kondisi memungkinkan.
Namun demikian, Rahmat menekankan bahwa penanganan banjir tidak cukup berhenti pada pemberian bantuan saat bencana terjadi. Ia menilai banjir yang berulang setiap kali hujan lebat harus dievaluasi secara menyeluruh agar persoalan serupa tidak terus berulang.
“Banjir yang berulang setiap kali hujan lebat perlu menjadi perhatian bersama. Penanganannya harus dievaluasi secara menyeluruh, sehingga kita tidak hanya bergerak ketika banjir sudah terjadi, tetapi juga mencari tahu apa yang perlu dibenahi agar risikonya bisa dikurangi,” katanya.
Menurut dia, evaluasi perlu difokuskan untuk memahami faktor penyebab banjir sekaligus menilai sejauh mana langkah penanganan yang selama ini dilakukan sudah efektif.
“Dengan begitu, penanganan banjir tidak berhenti pada respons darurat, tetapi juga mencakup upaya pencegahan dan perbaikan dalam jangka panjang. Persoalan banjir berulang membutuhkan penanganan yang lebih terencana lagi dan koordinasi berbagai pihak sesuai kewenangannya,” pungkasnya.







