Padang – Santri diimbau untuk memperkuat peran dalam pembangunan bangsa seiring dengan perkembangan teknologi dan tantangan zaman. Ketua PW IPPNU Sumatera Barat, Tri Ramadhani, menegaskan bahwa adaptasi terhadap perubahan adalah kunci, namun nilai-nilai keislaman harus tetap dipegang teguh.
“Santri tidak hanya belajar di pesantren, tetapi juga harus aktif dalam kehidupan masyarakat dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitar,” ujar Tri Ramadhani, menekankan pentingnya peran santri di era modern, Senin (14/8). Ia menambahkan, Hari Santri menjadi pengingat untuk terus menguatkan iman, akhlak, dan semangat kebangsaan.
Tri menyoroti peran krusial santri perempuan di era modern. Menurutnya, melalui IPPNU, pelajar putri NU berupaya menjadi garda terdepan dalam mendorong kemajuan sosial, pendidikan, dan ekonomi berbasis nilai keislaman.
“Santri perempuan harus kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di berbagai bidang, baik pendidikan, sosial, maupun wirausaha,” kata Tri. Ia berharap santri tidak hanya terbatas di pesantren, tetapi juga membawa manfaat luas bagi bangsa.
Lebih lanjut, Tri menyoroti tantangan terbesar santri saat ini bukan hanya pada aspek keilmuan, tetapi juga karakter dan kepemimpinan. Ia menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan, termasuk pelatihan kepemimpinan, kegiatan keagamaan yang kontekstual, serta pengembangan kewirausahaan berbasis kemandirian pesantren.
“Membangun bangsa tidak cukup dengan semangat saja. Karakter yang kuat, wawasan luas, dan kemampuan memimpin harus dibekalkan kepada santri,” tegasnya. Dengan bekal tersebut, Tri meyakini santri siap menghadapi tantangan zaman dan membawa pesantren menjadi bagian dari kemajuan bangsa.
Tri berharap santri dapat terus memperkuat perannya sebagai penjaga nilai-nilai religius dan pelaku aktif dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan moral Indonesia.







