Padang – Sekitar 300 atlet dari 60 kabupaten/kota di Indonesia mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Junior TDP yang dibuka di lapangan tenis outdoor PT Semen Padang, Minggu (27/9/2026) sore. Ajang pembinaan usia muda itu dibuka langsung oleh Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Indrieffouny Indra.
Turnamen yang digelar Semen Padang Tenis Club bersama Irawati Moerid Tenis Club (IMTC) ini berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama bertajuk IMTC Piala Andre Rosiade digelar pada 26-30 September 2026, sedangkan sesi kedua IMTC Semen Padang Cup II berlangsung pada 1-5 Oktober 2026.
Pembukaan ditandai dengan service pertama oleh Indrieffouny yang diterima Irawati Moerid. Seremoni tersebut turut dihadiri jajaran manajemen PT Semen Padang, peserta, pelatih, dan pengurus tenis.
Usai pembukaan, rangkaian acara dilanjutkan dengan pertandingan ekshibisi di lapangan tenis indoor PT Semen Padang. Indrieffouny berpasangan dengan Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino melawan Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar dan Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa.
Irawati mengatakan, kehadiran sekitar 300 peserta dari 60 daerah menunjukkan tingginya minat terhadap turnamen tenis junior tersebut. Para atlet datang tidak hanya dari Sumatera Barat dan daerah lain di Sumatera, tetapi juga dari sejumlah wilayah di Pulau Jawa hingga Gorontalo.
Ia menyebut, penyelenggaraan bersama IMTC ini menjadi gelaran kedua bersama Semen Padang Tenis Club. Menurut dia, keterlibatan peserta dari berbagai daerah penting untuk membangun atmosfer persaingan sekaligus memberi pengalaman bertanding bagi atlet muda.
“Semua bersemangat dan mempunyai tujuan yang sama untuk bertanding dan menjadi juara. Namun, tidak semua peserta bisa menjadi juara. Yang terpenting adalah proses berlatih dan membangun mental melalui pertandingan,” ujar Irawati.
Mantan atlet nasional peraih medali emas dan perunggu SEA Games 1997 itu menilai kompetisi menjadi bagian penting dalam pembentukan atlet. Menurut dia, kemampuan teknis yang diasah saat latihan perlu diuji lewat pertandingan agar atlet terbiasa menghadapi tekanan dan situasi kompetitif.
“Tidak ada juara tanpa kompetisi,” katanya.
Selain sebagai ajang pembinaan, para peserta juga berpeluang memperoleh poin berdasarkan hasil pertandingan dan kelompok umur. Poin tersebut diperbarui setiap bulan oleh Pengurus Besar (PB) PELTI dan tetap dihitung saat peserta naik ke kelompok umur berikutnya.
“Jadi, turnamen ini bukan hanya sekadar pertandingan, tetapi juga memberikan pengalaman dan kesempatan kepada pemain untuk mendapatkan poin,” ujarnya.
Kejurnas Tenis Junior TDP mempertandingkan berbagai kategori usia putra dan putri, tunggal maupun ganda. Nomor yang diperlombakan meliputi KU-8 Red Ball, Orange Ball+1, KU-10, KU-12, KU-14, KU-16, hingga KU-18, dengan total 26 kategori.
Irawati juga menyampaikan apresiasi kepada SIG, PT Semen Padang, dan anggota DPR RI Andre Rosiade atas dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen. Menurutnya, dukungan berbagai pihak penting agar kompetisi tenis junior terus berjalan dan memberi ruang bagi atlet muda untuk berkembang.
Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar mengatakan, Kejurnas Tenis Junior TDP menjadi bagian penting dalam upaya memberi ruang kompetisi bagi atlet muda. Ia berharap turnamen itu tidak hanya melahirkan juara di setiap kategori, tetapi juga mencetak atlet muda berprestasi.
“Kami berharap kejurnas ini dapat melahirkan banyak bibit atlet muda yang memiliki kemampuan, mental bertanding, dan karakter untuk berkembang ke jenjang yang lebih tinggi. Artinya, tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga nasional dan internasional,” ujar Pri Gustari.
Kepada peserta, ia berpesan agar menjadikan pertandingan sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, belajar dari setiap laga, dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Menang atau kalah merupakan bagian dari pertandingan, tetapi karakter dan semangat juang adalah nilai yang akan selalu melekat dalam diri kalian,” katanya.
Sementara itu, Indrieffouny mengatakan dukungan SIG terhadap Kejurnas Tenis Junior TDP merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam pembinaan olahraga, terutama pengembangan atlet sejak usia dini.
Menurut dia, tenis membutuhkan proses pembinaan berkelanjutan. Karena itu, kompetisi bagi kelompok usia muda penting untuk memberi pengalaman bertanding sekaligus memantau perkembangan calon atlet.
“SIG mendukung kegiatan ini karena kami ingin olahraga tenis semakin dikenal dan berkembang di masyarakat, terutama di kalangan usia dini,” ujar Indrieffouny.
Ia berharap ajang ini dapat menjadi wadah untuk menemukan dan mengembangkan bibit atlet tenis yang kelak mampu mengharumkan nama daerah maupun Indonesia di berbagai kejuaraan.
“Harapan kami, melalui kejurnas ini akan lahir bibit-bibit atlet yang kelak bisa berprestasi di tingkat nasional dan internasional,” tuturnya.
Indrieffouny menjelaskan, rangkaian Kejurnas Tenis Junior TDP tidak hanya terpusat di Padang. Kompetisi yang didukung SIG itu juga digelar di sejumlah kota dengan melibatkan anak perusahaan SIG.
Untuk dua sesi di Padang, penyelenggaraan didukung PT Semen Padang yang merupakan bagian dari SIG. Setelah itu, rangkaian kejuaraan juga akan berlangsung di Palembang, Surabaya, dan Makassar melalui dukungan anak perusahaan SIG di masing-masing wilayah.
Rangkaian tersebut akan ditutup pada akhir tahun lewat penyelenggaraan IMTC Piala Gemoy II.
“Setelah di Padang, Palembang, Surabaya, dan Makassar, SIG akan menutup rangkaian kejurnas ini pada akhir tahun dengan menggelar IMTC Piala Gemoy II,” kata Indrieffouny.
Ia menambahkan, rangkaian kompetisi ini diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi atlet tenis junior dari berbagai daerah untuk menambah pengalaman bertanding, mengasah mental, dan mengembangkan kemampuan mereka.
“Dengan keterlibatan peserta dari berbagai daerah, kami berharap kejurnas ini dapat menjadi ruang pertemuan bagi atlet-atlet muda untuk berkompetisi, membangun mental bertanding, serta mengukur kemampuan mereka dengan peserta dari daerah lain,” pungkasnya.







