UNAND Pacu Akreditasi Internasional FIBAA: Sastra Minang-Inggris Jadi Andalan

akreditasi-internasional-fibaa-sastra-inggris-dan-sastra-minangkabau-universitas-andalas-sukses-dilaksanakan
Akreditasi Internasional FIBAA Sastra Inggris dan Sastra Minangkabau Universitas Andalas Sukses Dilaksanakan

Padang – Universitas Andalas (Unand) terus memacu diri menjadi perguruan tinggi berkelas dunia dengan gencar melakukan akreditasi internasional terhadap program-program studinya. Dua program studi (prodi) di Fakultas Ilmu Budaya (FIB), yaitu Sastra Minangkabau dan Sastra Inggris, baru saja menjalani asesmen lapangan (site visit) dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA).

Rektor Unand, Efa Yonnedi, menegaskan bahwa akreditasi internasional ini krusial untuk mendapatkan pengakuan global. “Sesuai visi kami menjadi universitas terkemuka dan berkelas dunia, akreditasi internasional ini bermakna bahwa Unand dapat diakui tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat internasional,” ujarnya, Kamis (29/8).

Bacaan Lainnya

Efa Yonnedi menambahkan, pengajuan akreditasi untuk dua prodi ini menunjukkan komitmen Unand terhadap relevansi global sekaligus melestarikan kearifan lokal. Saat ini, Unand telah memiliki 25 program studi yang terakreditasi internasional oleh berbagai lembaga, termasuk FIBAA. Beberapa prodi FIB yang sebelumnya telah terakreditasi FIBAA adalah Sastra Jepang dan Sastra Indonesia, serta tiga prodi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Tim ahli FIBAA yang beranggotakan enam orang telah memberikan masukan untuk pengembangan kedua prodi tersebut. Mereka mengevaluasi berbagai aspek, mulai dari kurikulum, standar pendidikan, penelitian, hingga pengabdian masyarakat.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Unand, Prof. Hardisman, menjelaskan bahwa FIBAA merupakan salah satu akreditasi internasional yang difasilitasi oleh LPM. “Untuk memenuhi standar internasional kurikulum dan fasilitas pendukung perkuliahan, mahasiswa harus memiliki standar internasional. Standar tersebut dapat dipastikan melalui asesmen yang dilakukan oleh badan akreditasi internasional, seperti FIBAA,” jelasnya.

Selain FIBAA, Unand juga tengah mempersiapkan akreditasi internasional lainnya, yaitu ACQUIN untuk 13 prodi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta IABEE untuk beberapa prodi di Fakultas Teknik dan Fakultas Teknologi Informasi.

Dekan FIB Unand, Prof. Ike Revita, berharap akreditasi internasional ini dapat meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja. Persiapan untuk akreditasi ini sendiri telah dimulai sejak tahun 2023.

Sekretaris LPM Unand, Elly Delfia, menambahkan bahwa keberhasilan akreditasi internasional FIBAA ini merupakan hasil kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pimpinan universitas, Tim LPM, dan ketua prodi terkait.

Pos terkait