Wisatawan Indonesia Pimpin Adopsi AI, Ubah Pengalaman Menginap di 2026

wisatawan-indonesia-pimpin-adopsi-ai-dalam-pengalaman-menginap-2026
Wisatawan Indonesia Pimpin Adopsi AI dalam Pengalaman Menginap 2026

Jakarta – Wisatawan Indonesia paling antusias dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan pengalaman menginap di hotel. Hal ini terungkap dalam laporan SiteMinder’s Changing Traveller Report 2026.

Sebanyak 59 persen responden Indonesia berminat pada rekomendasi instan, informasi objek wisata lokal, dan pemesanan fasilitas hotel melalui concierge berbasis AI. Fitur contactless check-in dan check-out juga diminati oleh 55 persen responden.

Bacaan Lainnya

“Indonesia berada di garis depan dalam pemanfaatan teknologi anyar untuk membuat pengalaman menginap pada 2026 menjadi lebih cerdas, efisien, dan menyenangkan,” kata Country Manager Indonesia SiteMinder, Fifin Prapmasari, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/06/2024).

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa tiga dari lima wisatawan Indonesia (60 persen) menilai ringkasan ulasan hotel berbasis AI akan sangat membantu dalam perencanaan perjalanan tahun depan. Angka ini bahkan lebih tinggi di kalangan Gen Z, mencapai 63 persen.

Preferensi wisatawan Indonesia juga terlihat pada penggunaan online travel agency (OTA) sebagai referensi akomodasi, dengan porsi 38 persen untuk perjalanan tahun 2026, meningkat dari 25 persen pada tahun sebelumnya. Saat melakukan pemesanan, 59 persen wisatawan Indonesia memilih menggunakan OTA.

SiteMinder melibatkan 12.000 wisatawan dari 14 negara, termasuk Indonesia, dalam laporan ini. Hasilnya juga menunjukkan bahwa 51 persen wisatawan Indonesia memiliki keinginan yang lebih kuat untuk bepergian dalam satu tahun ke depan, tertinggi di dunia.

Untuk destinasi, 34 persen wisatawan Indonesia berencana bepergian ke luar negeri pada 2026, dengan Jepang menjadi tujuan favorit (45 persen), diikuti Singapura (28 persen) dan Korea Selatan (25 persen). Sementara untuk perjalanan domestik, Pulau Jawa menjadi pilihan utama (69 persen).

Sebanyak 96 persen wisatawan Indonesia terbuka pada penggunaan AI untuk memantau pola pribadi mereka, menjadikan Indonesia sebagai pasar paling reseptif terhadap teknologi prediktif yang membantu mencegah stres saat bepergian.

Pos terkait