ANTARA Rilis ‘Orang-orang Bermata Biru’, Kumpulkan 33 Cerita Minangkabau

berisi-33-karya-tulis,-pewarta-foto-antara-launching-buku-orang-orang-bermata-biru-di-minangkabau
Berisi 33 Karya Tulis, Pewarta Foto ANTARA Launching Buku Orang-orang Bermata Biru di Minangkabau

Padang – Buku kumpulan tulisan pewarta foto ANTARA Iggoy el Fitra berjudul Orang-orang Bermata Biru di Minangkabau diluncurkan Sabtu (31/1/2026) di Perpustakaan dan Arsip Steva, Padang, Sumatera Barat. Karya setebal 183 halaman itu memuat 33 tulisan jurnalistik Iggoy sejak 2009, lengkap dengan foto-foto jurnalistik berwarna yang mendampingi tiap feature.

Peluncuran diselingi sesi bedah yang menghadirkan penulis bersama pembedah Kepala Biro ANTARA Sumbar Syarif Abdullah dan Pemimpin Redaksi Langgam.id Yose Hendra, serta dimoderatori Ketua AJI Padang Novia Harlina. Acara dihadiri puluhan pengunjung serta akademisi dan mahasiswa dari beberapa kampus di Padang.

Bacaan Lainnya

Iggoy menjelaskan proses pengumpulan karya dimulai jauh sebelum pengerjaan akhir buku. “Saya harus menyortir tulisan-tulisan lama sejak tahun 2007, namun yang layak hanya dari tahun 2009,” kata Iggoy saat peluncuran, seraya menyebut pembukuan baru dikerjakan sekitar 2020. Peluncuran semula direncanakan bertepatan peringatan HUT ANTARA ke-88 pada 13 Desember 2025, namun tertunda akibat bencana banjir bandang akhir November 2025 yang juga berdampak pada penulis sehingga realisasinya mundur ke 2026.

Selain mengumpulkan tulisan, Iggoy menekankan tujuan penerbitan untuk mengampanyekan gerakan pewarta foto yang juga menulis. “Selain memotret, pewarta foto juga harus bisa menulis, karena dalam satu foto tidak bisa mewakili seribu kata, dia harus dijelaskan dan dipaparkan agar tidak ada misinterpretasi dari pembaca,” ujarnya.

Kepala Biro ANTARA Sumatera Barat Syarif Abdullah memberi apresiasi atas cara Iggoy merangkum karya-karyanya. “Saya melihat buku ini memiliki karakter dan gaya yang menggambarkan dia seorang fotografer, Iggoy lebih menggambarkan lebih detail, seolah-olah dia memotret suasana. Dia bisa mengawali sebuah paparan dari feature perjalanan itu dengan kata-kata menarik,” kata Syarif, menegaskan pentingnya kemampuan menulis di era konvergensi.

Pemimpin Redaksi Langgam.id Yose Hendra menyebut buku sebagai “mahkota seorang jurnalis” dan mengapresiasi pergeseran Iggoy dari sekadar memotret menjadi memotret dalam bentuk tulisan. “Walaupun satu foto mewakili 1.000 kata, pada tulisan lebih banyak aspek yang dapat dipaparkan,” ungkap Yose, yang juga menilai latar belakang sastra Iggoy terlihat dari diksi dan pemilihan lead yang memicu rasa ingin tahu pembaca.

Pembaca yang ingin memesan buku dapat menghubungi Instagram @pustakasteva atau nomor 085210991952.

Pos terkait