Padang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Barat membuka DAUN (Dari Nagari Untuk Negeri) Ramadan Festival pada Minggu (8/2/2026) pagi di halaman kantor BI Sumbar, Jalan Jenderal Sudirman, Padang, sebagai upaya konkret memperkuat pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas harga pangan menjelang Idulfitri.
Kepala Perwakilan BI Sumbar Mohamad Abdul Majid Ikram menegaskan pembukaan festival ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah. “Rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan dampak langsung kepada pasokan dan daya beli masyarakat,” kata Majid kepada wartawan.
Salah satu agenda utama festival adalah lomba memasak nasi goreng menggunakan beras pulen. Menurut Majid, kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat di tengah tingginya harga beras lokal di Sumatera Barat. “Kami ingin menunjukkan bahwa beras pulen juga sangat enak dikonsumsi. Harganya jauh lebih terjangkau dibandingkan beras lokal saat ini. Ini adalah opsi cerdas bagi masyarakat untuk tetap makan enak tanpa terbebani harga pangan yang tinggi,” ujar Majid.
Selain edukasi pangan, BI Sumbar meluncurkan Program Sekolah Lapang untuk mempercepat pemulihan ekonomi di daerah terdampak bencana. Program ini fokus pada pelatihan bercocok tanam kembali dan pendampingan UMKM, dengan target awal Kabupaten Agam dan Tanah Datar, serta rencana perluasan ke Solok. BI berharap intervensi tersebut dapat mempercepat pemulihan produktivitas warga terdampak.
Menanggapi kebutuhan pangan halal selama Ramadan dan Lebaran, BI Sumbar juga memfasilitasi pelatihan bagi juru sembelih hewan unggas, sapi, dan kambing. “Minggu depan, kami akan melatih lebih dari 20 juru sembelih untuk mendapatkan sertifikat halal. Ini penting untuk memastikan kualitas dan kehalalan konsumsi masyarakat,” kata Majid.
Program lain yang diperkenalkan adalah Wakaf Produktif melalui aksi tanam pohon bersama pondok pesantren, yang menggabungkan upaya pelestarian lingkungan dengan nilai ibadah melalui sistem wakaf.
Majid menutup penjelasannya dengan mengingatkan bahwa BI akan terus mengawal rutinitas tahunan selama Ramadan, termasuk layanan penukaran uang kartal baru bagi masyarakat dan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga komoditas volatile foods selama bulan suci.







