Jakarta – Rahmat Saleh resmi memimpin Dewan Pengurus Pusat (DPP) Gema Keadilan periode 2026-2031 setelah dilantik dalam Musyawarah Nasional (Munas) V Gema Keadilan di Jakarta, Kamis (16/07/2026). Pergantian kepengurusan ini menjadi penanda dimulainya arah baru gerakan kepemudaan PKS untuk lima tahun mendatang.
Pelantikan dipimpin Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid yang juga menjabat Dewan Pembina Pusat Gema Keadilan. Dalam sambutannya, ia berharap para pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik.
“Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah saudara-saudara yang telah mengucapkan sumpah jabatan secara resmi menjadi pengurus DPP Gema Keadilan. Semoga Allah memberikan keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan tugasnya,” ujar Kholid.
Sebelum prosesi pelantikan, Steering Committee Munas V Gema Keadilan sekaligus Presiden Gema Keadilan periode 2021-2026, Indra Kusuma, menyampaikan laporan pelaksanaan sidang dan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya.
Indra mengatakan seluruh rangkaian sidang berjalan lancar dan menghasilkan sejumlah keputusan penting bagi organisasi.
“Alhamdulillah pelaksanaan Munas V Gema Keadilan sudah dibuka tadi siang, bahkan sudah dilaksanakan persidangan yang terlaksana secara tenang, adem, rukun, dan guyub. Ada gema, tapi gema ide-ide yang luar biasa dan tetap dalam kondisi yang rukun dan tertib,” kata Indra.
Ia juga melaporkan kehadiran 31 peserta dari perwakilan provinsi. Selain itu, Indra memaparkan laporan pertanggungjawaban kepengurusan 2021-2026 yang memuat rangkaian aktivitas serta capaian organisasi. Ia turut menjelaskan penyempurnaan AD ART, termasuk pengembalian penyebutan jabatan dari “Presiden” menjadi “Ketua Umum”.
Usai dilantik, Rahmat Saleh menyampaikan orasi politik perdananya sebagai Ketua Umum Gema Keadilan. Ia mengajak kader menjadikan organisasi itu sebagai ruang lahirnya pemimpin muda yang mampu menjawab berbagai tantangan bangsa, mulai dari kesejahteraan, pendidikan, hingga tingginya angka pengangguran.
Rahmat menilai amanah dari DPP PKS kepada Gema Keadilan adalah membangun ekosistem pembinaan kepemimpinan agar semakin banyak anak muda siap memikul tanggung jawab di masa depan.
“Semua yang hadir pada hari ini, yang dilantik dan jadi pengurus Gema Keadilan tingkat DPP maupun wilayah, di 2029 jadi dilantik di forum yang lain. Bagaimana caranya nanti itu yang insya Allah kita coba bahas di Munas ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, selama lima tahun ke depan Gema Keadilan akan memprioritaskan konsolidasi organisasi, menyusun desain gerakan yang lebih efektif, dan mengorganisasi anak muda di seluruh Indonesia sebagai kontribusi menuju kemenangan Pemilu 2029.
Rahmat juga menyebut kepengurusan baru akan menghadirkan gerakan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan generasi muda tanpa meninggalkan nilai-nilai perjuangan organisasi.
Menurutnya, kolaborasi pengurus di tingkat pusat dan wilayah menjadi modal penting untuk memperluas pengabdian sekaligus melahirkan lebih banyak kader yang siap mengemban amanah di berbagai bidang.
Di akhir sambutannya, Rahmat menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya yang dipimpin Indra Kusuma atas fondasi organisasi yang telah dibangun. Ia berharap pengurus lama dan baru tetap bersinergi agar Gema Keadilan semakin kokoh sebagai organisasi kepemudaan PKS yang melahirkan pemimpin, memperluas pengabdian, dan berkontribusi bagi kemenangan dakwah serta kemajuan Indonesia.







