Padang – Upaya mengungkap identitas mayat pria yang ditemukan mengambang di Sungai Batang Lori, Lubuk Minturun, Koto Tangah, menemui jalan buntu. Pihak kepolisian terus mengintensifkan pencarian identitas korban yang ditemukan pada Senin (30/6) lalu, dengan mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor.
Kanit Reskrim Polsek Koto Tangah, Iptu Jamaldi, pada Senin (7/7) menjelaskan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengidentifikasi korban, termasuk menyebarkan ciri-ciri korban melalui berbagai kanal informasi. “Sampai saat ini belum ada keluarga yang datang ke RS Bhayangkara dan mengaku sebagai kerabat korban. Kami juga sudah menyebarkan informasi melalui media sosial dan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat sekitar, tapi hasilnya masih nihil,” ujarnya.
Ciri-ciri korban antara lain diperkirakan berusia 60 tahun, mengenakan baju biru dongker bertuliskan “GENRE BERKARAKTER PRODUKTIF DI USIA PRODUKTIF”, celana panjang abu-abu, serta cincin silver di jari manis tangan kiri. Saat ini, jasad korban masih berada di RS Bhayangkara Padang untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Polisi memberikan tenggat waktu tujuh hari sejak penemuan jenazah untuk menunggu laporan dari pihak keluarga. Jika tidak ada yang mengakui, jenazah akan diserahkan ke Dinas Sosial untuk dimakamkan secara layak. Iptu Jamaldi menambahkan pada Senin (7/7), “Kami sudah koordinasi dengan RS Bhayangkara dan Dinas Sosial. Jika tak ada yang datang, korban akan kami autopsi terlebih dahulu, lalu diserahkan ke Dinsos untuk dimakamkan.”
Lebih lanjut, Iptu Jamaldi menjelaskan, penyelidikan akan berlanjut sesuai prosedur hukum apabila hasil autopsi menunjukkan adanya indikasi kekerasan atau tindak pidana.
Penemuan mayat tersebut pertama kali dilaporkan oleh Buyung Uyu (55), warga Air Pacah, yang sedang mencari ikan di sungai sekitar pukul 15.00 WIB. Buyung kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT setempat, Meki Nando (50), yang kemudian meneruskan laporan kepada Bhabinkamtibmas Lubuk Minturun, Aipda Dodi Gusman.
Kapolsek Koto Tangah, Kompol Afrino, langsung menginstruksikan tim gabungan dari Polsek Koto Tangah, SPKT Polresta Padang, dan Basarnas untuk melakukan evakuasi jenazah. Polisi juga telah memintai keterangan dari tiga saksi di lokasi kejadian, yaitu Buyung Uyu, Meki Nando, dan Zona (38), warga Lubuk Minturun.







