Pemerintah Catat Kenaikan Produksi Beras dan Jagung Nasional

Menteri Pertanian Amran Sulaiman meninjau lahan pertanian untuk mendukung peningkatan produksi beras dan jagung nasional.

Jakarta – Pemerintah menargetkan kemandirian pangan berkelanjutan seiring dengan tren positif produksi komoditas strategis nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras sepanjang 2025 tercatat mencapai 34,69 juta ton, atau melonjak 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 30,62 juta ton.

Peningkatan produksi beras ini didorong oleh luas panen yang mencapai 11,32 juta hektare dengan total produksi padi sebesar 60,21 juta ton gabah kering giling. Tren positif tersebut berlanjut pada periode Januari hingga Agustus 2026, di mana produksi beras dalam negeri dilaporkan telah mencapai 25,29 juta ton.

Baca Juga

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras petani yang didukung oleh intervensi pemerintah dari hulu hingga hilir. Namun, ia mengingatkan bahwa swasembada bukan sekadar mengejar angka produksi.

“Swasembada berarti produksi cukup, stok aman, petani sejahtera, dan masyarakat memperoleh pangan dengan harga yang terjangkau,” ujar Amran.

Selain beras, komoditas jagung pipilan kering juga mencatatkan kenaikan produksi sebesar 6,74 persen pada 2025, yakni mencapai 16,16 juta ton dibandingkan 15,14 juta ton pada 2024. Peningkatan ini krusial untuk menstabilkan harga pakan ternak dan menjaga pasokan protein hewani bagi masyarakat.

“Jagung adalah komoditas strategis karena berkaitan langsung dengan pakan dan harga protein hewani. Produksi harus terus ditingkatkan, tetapi distribusi dan kualitas juga harus dijaga agar manfaatnya dirasakan petani, peternak, industri pakan, dan konsumen,” tambahnya.

Proyeksi neraca pangan 2026 menunjukkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Secara agregat, sebelas komoditas strategis diproyeksikan menghasilkan 72,75 juta ton, sementara kebutuhan nasional mencapai 68,86 juta ton, sehingga terdapat surplus sebesar 3,89 juta ton.

Meski demikian, pemerintah mengakui masih terdapat tantangan pada komoditas kedelai, bawang putih, dan daging sapi yang masih memerlukan penguatan produksi domestik. Pemerintah berkomitmen melakukan pengembangan usaha tani dan peningkatan produktivitas untuk menekan ketergantungan impor.

“Tidak boleh ada rasa puas diri. Beras dan jagung harus terus diperkuat, sementara kedelai, bawang putih, dan daging sapi menjadi pekerjaan lanjutan. Target kita bukan hanya swasembada sesaat, tetapi kemandirian pangan yang berkelanjutan,” tegas Amran.

Rekomendasi