Agam – Momentum penguatan peran perempuan adat di Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, ditandai dengan pengukuhan Lembaga Bundo Kanduang. Prosesi yang berlangsung khidmat di Balai Pertemuan Nagari pada Kamis (17/7/2025) tersebut, menjadi bukti komitmen masyarakat dalam menjaga nilai budaya serta menjadi mitra strategis pembangunan nagari.
Acara pengukuhan itu dihadiri oleh berbagai elemen penting, termasuk pemerintah nagari, Ninik Mamak, tokoh adat, pemuka masyarakat, perwakilan PKK, serta generasi muda. Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Andalas turut mewarnai acara, dengan keterlibatan aktif mereka mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga dokumentasi kegiatan.
Mahasiswa KKN tidak hanya berperan dalam aspek teknis, tetapi juga sebagai penggerak dalam mendukung penguatan Lembaga Bundo Kanduang. Kontribusi mereka terwujud melalui berbagai program, seperti pelatihan keterampilan, sosialisasi kesehatan, hingga literasi lokal. Kolaborasi ini mencerminkan sinergi antara lembaga adat dan generasi muda dalam melestarikan budaya serta berinovasi sosial di tingkat nagari.
Wali Nagari Koto Malintang, Hendra Yanto, mengapresiasi partisipasi aktif mahasiswa KKN Universitas Andalas. Ia berharap Bundo Kanduang periode 2025-2030 dapat semakin memperkuat peran strategisnya dalam menjaga nilai adat, budaya, dan agama di tengah tantangan zaman. “Kita berharap Lembaga Bundo Kanduang ke depan tidak hanya menjadi penjaga tradisi, tetapi juga pelopor kemajuan perempuan di nagari,” ujarnya pada Kamis (17/7/2025).
Pengukuhan ini diharapkan menjadi momentum penting bagi seluruh masyarakat, tidak hanya bagi pengurus yang baru dilantik. Dengan semangat kebersamaan, penguatan lembaga ini diharapkan mampu mempererat solidaritas sosial dan memperkokoh pelestarian budaya Minangkabau di Nagari Koto Malintang.
Sebagai informasi tambahan, Lembaga Bundo Kanduang memiliki posisi sentral dalam struktur sosial Minangkabau. Secara kelembagaan, ia berada di bawah struktur nagari, namun secara fungsional memegang peranan besar, seperti menjaga adat dan budaya, mengelola harta pusako, mendidik generasi penerus, memimpin di kalangan perempuan, serta menjadi limpapeh rumah nan gadang, penopang utama rumah tangga dan masyarakat.







