Padang – Sumatera Barat (Sumbar) membuka peluang investasi besar di sektor energi hijau guna memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah provinsi menawarkan kemudahan perizinan dan insentif untuk menarik investor.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, secara langsung mengajak para investor untuk memanfaatkan potensi energi terbarukan yang melimpah di wilayahnya. “Kita di Sumatera Barat punya potensi energi luar biasa. Tapi pemanfaatannya masih kecil. Ini peluang besar bagi para investor,” ujarnya saat membuka Forum Investasi Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Sumbar, Selasa (14/10).
Menurut Mahyeldi, Sumbar memiliki sumber energi baru terbarukan (EBT) yang belum dimaksimalkan, seperti panas bumi, air, surya, laut, dan angin. Ia mencontohkan, pemanfaatan energi air baru mencapai 26 persen dan panas bumi hanya 5 persen.
Ketua MKI Sumbar, Insanul Kamil, menegaskan bahwa potensi energi terbarukan di Sumbar merupakan yang tertinggi di Indonesia, mencapai 52 persen. “Tidak ada provinsi lain yang potensi energi terbarukannya di atas 50 persen. Hanya Sumatera Barat,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Sumbar menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,3 persen hingga tahun 2029, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Sumbar 2020-2029. Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan investasi minimal Rp120 triliun.
Forum Investasi MKI Sumbar mengangkat tema “Strategi Investasi Energi Hijau dan Implementasi RUPTL 2025-2034 dalam Mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060”. Acara ini menghadirkan narasumber nasional, termasuk Ketua Umum DPP MKI Evy Haryadi dan Wakil Menteri ESDM RI, Yulion Tanjung.







