Padang – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar telah mengidentifikasi 221 dari 249 jenazah korban banjir bandang di Sumatera Barat yang dievakuasi hingga Senin malam (22/12/2025) pukul 20.00 WIB. “Dari 249 korban meninggal dunia, sebanyak 221 jenazah sudah berhasil kami identifikasi identitasnya. Komposisinya hampir seimbang, yakni 110 laki-laki dan 111 perempuan,” ujar Kasubbiddokpol Polda Sumbar, dr. Eka Purnama Sari.
Meski identifikasi telah signifikan, tim masih menghadapi kendala pada 28 jenazah yang belum terungkap identitasnya, terdiri atas 12 laki-laki, 9 perempuan, serta 7 potongan tubuh (body parts) yang ditemukan terpisah di beberapa lokasi bencana.
Data Posko DVI menunjukkan Kabupaten Agam menjadi wilayah paling terdampak, dengan 142 korban meninggal—133 di antaranya sudah teridentifikasi di Posko DVI Agam. Di RS Bhayangkara TK. III Padang tercatat 67 jenazah; dari jumlah itu 19 jenazah dan potongan tubuh masih dalam proses pendalaman identitas oleh tim forensik.
Di daerah lain proses identifikasi telah tuntas 100 persen, yakni Padang Panjang (17 korban), Bukittinggi (14 korban), Pasaman Barat (4 korban), dan Kota Padang melalui RS Rasidin (5 korban) — semuanya sudah teridentifikasi.
Pencarian korban masih berlangsung. Hingga laporan terakhir tercatat 83 orang belum ditemukan, terdiri atas 44 laki-laki dan 39 perempuan. Sementara 20 penyintas masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit: 17 orang di RSUD Agam, 2 orang di RSUD Rasidin Padang, dan 1 orang di RSUD Padang Panjang.
DVI Polda Sumbar meminta peran aktif keluarga korban untuk mempercepat proses pencocokan identitas. “Kami mengimbau keluarga yang kehilangan anggota segera melapor ke posko terdekat dengan membawa data antemortem seperti catatan medis, foto terakhir, atau sampel DNA untuk mempercepat proses rekonsiliasi data,” kata dr. Eka Purnama Sari.







