Petugas Memakamkan Enam Korban Banjir Bandang di Agam Secara Massal

enam-lagi-jenazah-korban-banjir-bandang-di-agam-dimakamkan-secara-massal
Enam Lagi Jenazah Korban Banjir Bandang di Agam Dimakamkan Secara Massal

Lubuk Basung – Sebanyak enam jenazah korban banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Agam akhir November 2025 dimakamkan secara massal di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung, Rabu (7/1/2026) pagi.

Pemakaman diawali pemulasaran oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar bekerja sama dengan RSUD Agam. Enam kantong jenazah kemudian dipindahkan dari RSUD Agam ke Masjid Nurul Falah Lubuk Basung untuk dishalatkan sebelum dibawa ke lokasi pemakaman.

Baca Juga

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta memimpin shalat jenazah ghaib sebagai imam, didampingi pejabat utama Polda Sumbar. Setelah prosesi di masjid, jenazah-jenazah dikawal dan dimakamkan secara massal di TPU Sungai Jariang dengan kepemimpinan langsung dari Kapolda.

Komposisi jenazah yang dimakamkan terdiri atas satu jenazah pria utuh, empat potongan tubuh wanita, serta satu bagian tubuh berupa kaki. Enam jenazah tersebut adalah korban yang belum teridentifikasi sepenuhnya atau belum diambil keluarga hingga batas waktu yang ditetapkan pasca-bencana.

Hadir dalam prosesi pemakaman antara lain Kapolda Sumbar, Karolog Polda Sumbar, Kabidhumas Polda Sumbar, Plt Kabiddokkes Polda Sumbar, Kapolres Agam, Bupati Agam, Ketua DPRD Agam, serta unsur Forkopimda Agam lainnya.

Kombes Pol Susmelawati Rosya, Kabid Humas Polda Sumbar, mengatakan pemakaman massal itu merupakan bentuk penghormatan terakhir negara dan masyarakat kepada korban. “Prosesi yang dipimpin langsung oleh Bapak Kapolda Sumbar menunjukkan empati dan solidaritas Polri terhadap duka keluarga korban. Kami berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan semoga proses identifikasi serta pemulihan pasca-bencana di Sumatera Barat dapat berjalan lancar. Polri akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak,” ujar Susmelawati.

Banjir bandang (galodo) dan longsor di Agam termasuk bagian rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda Pulau Sumatera akhir 2025, khususnya Sumatera Barat, yang kini memasuki fase transisi pemulihan.

Rekomendasi