Padang Pariaman – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meresmikan Museum Muhammad Syafei di kompleks Indonesian National School (INS) Kayu Tanam, Padang Pariaman, Jumat (23/1/2026) sebagai langkah strategis merawat warisan pendidikan menjelang perayaan 100 tahun INS pada Oktober 2026.
Fadli Zon menekankan museum tersebut harus menjadi institusi yang “hidup” dan bukan sekadar tempat mengenang. “Museum ini adalah ruang untuk menghidupkan kembali gagasan besar Muhammad Syafei. Kita tidak hanya mengenang apa yang terjadi seabad lalu, tapi bagaimana melanjutkan api perjuangan pendidikan tersebut untuk generasi muda hari ini,” ujarnya.
Menteri Kebudayaan itu memandang Muhammad Syafei sebagai arsitek pembentukan karakter bangsa dan menyatakan pemikirannya tetap relevan. Ia menempatkan INS Kayu Tanam sejajar dengan lembaga-lembaga penting lain di Sumatera Barat seperti Perguruan Adabiah, Sumatera Thawalib, dan Diniyyah Puteri sebagai pilar kebangkitan kesadaran nasional. Fadli Zon juga menyampaikan rencananya untuk mengusulkan pemikiran Muhammad Syafei sebagai bagian dari Memory of the World.
Menurut Fadli Zon, fungsi utama Museum Muhammad Syafei meliputi pusat literasi sejarah, laboratorium karakter, dan pengemasan sejarah agar relevan dengan generasi milenial dan Gen Z. “Museum ini harus menjadi ruang belajar sepanjang hayat bagi pelajar dan mahasiswa, sekaligus laboratorium nilai kemandirian, kreativitas, dan disiplin khas didikan INS,” kata Fadli Zon.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Ari Yuswandi, sependapat dan menyoroti tantangan infiltrasi budaya asing di era digital. Ari menegaskan pembangunan daerah tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur fisik, melainkan juga memperkuat jati diri melalui pendidikan dan kebudayaan. “Penguatan budaya dan pendidikan adalah kunci agar daerah tetap berdaya saing tanpa kehilangan identitas,” ujarnya.
Melalui Direktorat Sarana dan Prasarana Kementerian Kebudayaan, pemerintah memberikan dukungan penuh kepada institusi pendidikan bernilai sejarah seperti INS Kayu Tanam, dengan tujuan mengembalikan INS sebagai pusat peradaban yang berakar pada nilai budaya sekaligus berdaya saing global.
Peresmian Museum Muhammad Syafei itu menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga warisan intelektual bangsa serta memastikan semangat pendidikan berbasis kemandirian terus menyala di tanah Minangkabau.







