Padang – Gaung Putra FC harus puas berbagi angka 1-1 dengan Gumarang FKNB setelah gol penyama kedudukan di masa tambahan waktu memastikan hasil imbang pada laga pekan kedua Liga 4 Sumatera Barat di Stadion Haji Agus Salim, Senin (26/1/2026).
Gol pembuka tercipta pada menit ke-66 ketika Anjas Nurman menyundul umpan lambung dan membawa Gaung Putra memimpin 1-0. Namun drama terjadi pada menit ke-92; Gumarang memanfaatkan sepak pojok dalam kemelut di depan gawang dan Marthes menyundul bola untuk menyamakan skor menjadi 1-1.
Pertandingan berlangsung ketat sejak kick-off di bawah terik matahari Kota Padang. Sepanjang babak pertama kedua tim beberapa kali mencoba menekan, tetapi rapatnya lini belakang membuat skor tetap imbang 0-0 hingga jeda. Memasuki babak kedua, Gaung Putra mengambil inisiatif serangan yang akhirnya berbuah gol Anjas, namun upaya menambah keunggulan kandas karena penyelesaian akhir yang terburu-buru.
Momen penentu muncul pada injury time ketika Gumarang mendapatkan peluang dari tendangan pojok. Dalam situasi gaduh di kotak penalti, Marthes berhasil memanfaatkan peluang itu dengan sundulan yang menembus pertahanan Gaung Putra dan membuat kedua tim berbagi satu poin.
Usai laga, Asisten Pelatih Gaung Putra, Adrian Torres, mengakui kelangkaan persiapan sebagai faktor utama kegagalan mempertahankan kemenangan. “Persiapan kami sangat mepet, hanya tiga hari seleksi untuk pemain yang mayoritas masih muda. Secara permainan anak-anak sudah maksimal menjalankan instruksi, tapi kami mentok di finishing. Ini yang akan kami perbaiki ke depan,” ujar Adrian.
Pemain Gaung Putra, Agung, menyatakan kekecewaan karena kemenangan hilang di menit-menit akhir. “Kami kecewa karena kemenangan hilang di lima menit terakhir. Tapi ini pelajaran, kami akan lebih baik di laga berikutnya,” kata Agung.
Di kubu tamu, pelatih Gumarang FKNB, Hamal Dani, memuji semangat juang anak asuhnya yang terus berusaha hingga peluit akhir berbunyi. Menurut Hamal, hasil imbang ini menunjukkan progres setelah penampilan kurang memuaskan pada pekan pertama, meski persiapan tim baru berlangsung sekitar sebulan.
Marthes, yang menjadi penentu hasil, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan pelatih dan tekad tim untuk tidak menyerah. “Babak kedua kami sempat drop setelah kebobolan, tapi saya bersyukur di menit akhir kami bisa menyamakan kedudukan,” pungkas Marthes.







