KAI Divre II Sumbar Perkuat Transportasi Hijau Rendah Emisi

peringati-hari-bumi-2026,-kai-divre-ii-sumbar-perkuat-transportasi-massal-rendah-emisi-dan-pemanfaatan-energi-hijau
Peringati Hari Bumi 2026, KAI Divre II Sumbar Perkuat Transportasi Massal Rendah Emisi dan Pemanfaatan Energi Hijau

Padang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmen dekarbonisasi transportasi dengan mendorong layanan massal rendah emisi, memanfaatkan energi terbarukan, dan menerapkan efisiensi energi di lingkungan operasional. Upaya itu dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Bumi 2026.

Sebagai moda berbasis rel, kereta api dinilai menjadi salah satu solusi mobilitas yang lebih ramah lingkungan. Dalam satu perjalanan, kereta mampu mengangkut jauh lebih banyak penumpang dibandingkan kendaraan pribadi dengan penggunaan energi yang lebih efisien.

Bacaan Lainnya

Secara rata-rata, emisi kereta api berkisar 30-40 gram CO₂ per penumpang per kilometer. Jumlah itu jauh di bawah kendaraan pribadi yang menghasilkan 150-200 gram CO₂ per penumpang per kilometer. Dengan efisiensi tersebut, penggunaan kereta api dapat memangkas emisi karbon hingga sekitar 75 persen.

Sepanjang 2025, KAI Divre II Sumbar melayani 1.978.241 pelanggan. KA Pariaman Ekspres dan KA Minangkabau Ekspres menjadi layanan yang paling banyak dipilih masyarakat untuk mobilitas harian maupun perjalanan antarkota.

Dari angka itu, penggunaan kereta api diperkirakan telah membantu menurunkan emisi lebih dari 12.000 ton CO₂ per tahun dibandingkan perjalanan dengan kendaraan pribadi.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa transportasi berbasis rel memegang peran penting dalam mendorong mobilitas berkelanjutan sekaligus menekan emisi karbon di sektor transportasi.

Selain mengandalkan layanan angkutan, KAI Divre II Sumbar juga mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Stasiun Padang sejak Desember 2024. PLTS berkapasitas 40,7 kWp itu menjadi bagian dari penerapan energi hijau di lingkungan perusahaan.

Pemanfaatan energi surya tersebut disebut sebagai langkah untuk mengurangi ketergantungan pada energi konvensional sekaligus mendukung penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT). PLTS itu juga dinilai setara dengan manfaat lingkungan dari penanaman sekitar 570 pohon dan berpotensi menurunkan emisi karbon hingga 366 ton CO₂ per tahun.

Selain mendukung keberlanjutan lingkungan, penggunaan PLTS turut meningkatkan efisiensi operasional karena menekan konsumsi listrik dari sumber energi konvensional.

KAI Divre II Sumbar juga mendorong efisiensi energi di sejumlah fasilitas operasional. Langkah itu dilakukan melalui penerapan lampu hemat energi LED di stasiun, pengaturan beban listrik pada peralatan operasional, serta optimalisasi pola perjalanan kereta agar konsumsi bahan bakar lebih efisien.

Kebijakan tersebut sejalan dengan arah nasional dalam mendorong dekarbonisasi sektor transportasi. Penguatan transportasi publik berbasis rel menjadi salah satu strategi utama untuk mewujudkan sistem transportasi rendah emisi dan berkelanjutan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan Hari Bumi menjadi pengingat pentingnya peran transportasi publik dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Kami percaya bahwa rel merupakan jalur mobilitas berkelanjutan. Melalui layanan transportasi massal rendah emisi dan pemanfaatan energi hijau, KAI Divre II Sumbar berkomitmen menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus mendukung terciptanya masa depan transportasi yang lebih ramah lingkungan,” ujar Reza dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/4/2026).

Ke depan, KAI Divre II Sumbar akan terus memperkuat transformasi hijau di sektor transportasi melalui layanan yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan. Langkah tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emission Indonesia sekaligus menghadirkan layanan transportasi publik yang lebih baik bagi masyarakat.

Pos terkait