Kapan Bakar Kalori Maksimal? Pagi atau Sore Saatnya Lari!

lari-pagi-atau-sore,-mana-yang-lebih-efektif-?
Lari Pagi atau Sore, Mana yang Lebih Efektif ?

Padang – Di tengah tren gaya hidup sehat yang semakin populer, waktu terbaik untuk berolahraga lari menjadi perdebatan hangat. Penelitian terbaru mengungkap bahwa waktu ideal untuk lari bersifat personal dan bergantung pada tujuan serta kondisi fisik masing-masing individu.

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) turut mendorong popularitas lari, di mana banyak orang termotivasi untuk berlari bukan hanya demi kesehatan, tetapi juga untuk mengikuti gaya hidup yang sedang viral di media sosial.

Bacaan Lainnya

“Media sosial punya peran besar dalam menyebarkan fenomena ini,” ujar seorang pengamat gaya hidup sehat, Selasa (14/5).

Lari pagi, yang sering dikaitkan dengan kedisiplinan, terbukti efektif menurunkan lemak tubuh, kolesterol jahat, dan memperbaiki kualitas tidur jika dilakukan secara rutin selama 12 minggu, seperti yang ditunjukkan oleh studi dalam Nature Scientific Reports (2025).

“Lari pagi itu bukan cuma soal latihan fisik, tetapi juga bisa jadi investasi buat kesehatan jangka panjang,” kata peneliti dari studi tersebut.

Namun, lari pagi juga memiliki tantangan tersendiri, seperti otot yang cenderung kaku dan energi yang belum sepenuhnya pulih. Oleh karena itu, pemanasan ekstra menjadi krusial untuk mencegah cedera.

Di sisi lain, lari sore seringkali terasa lebih ringan karena suhu tubuh yang lebih tinggi dan otot yang lebih lentur. Runners’ World dan Journal of Sports Science melaporkan bahwa daya tahan tubuh cenderung lebih baik di sore hari, memungkinkan pelari untuk meningkatkan intensitas latihan.

“Peluang untuk push limit lebih besar entah itu menambah jarak, meningkatkan kecepatan, atau mencoba variasi latihan seperti interval,” tulis Runners’ World dalam laporannya.

Riset dari Nature juga menemukan bahwa latihan sore (pukul 6-8 malam) dapat meningkatkan fungsi vaskular.

Meski demikian, lari sore setelah seharian beraktivitas dapat terasa berat. Manajemen waktu dan konsistensi menjadi kunci untuk menjaga rutinitas lari tetap berjalan.

“Menyempatkan lari di sore hari, sebelum hari terlalu malam, bisa jadi solusi terbaik,” saran seorang pelatih lari.

Sebuah ulasan sistematis oleh Frontiers in Physiology (2023) menyimpulkan bahwa tidak ada waktu lari yang ideal untuk semua orang. Respons tubuh terhadap olahraga dipengaruhi oleh ritme biologis, gaya hidup, dan tujuan individu.

“Artinya, meskipun sains menunjukkan keunggulan tertentu di pagi atau sore hari, setiap orang tetap perlu menyesuaikan dengan kondisi tubuh dan rutinitas masing-masing,” jelas peneliti dari Frontiers in Physiology.

Kesimpulannya, pilihan waktu terbaik untuk lari sangatlah individual. Lari sore mungkin lebih cocok untuk performa fisik maksimal, sementara lari pagi lebih ideal untuk konsistensi dan manfaat kesehatan jangka panjang.

“Yang terpenting adalah menemukan waktu yang bisa dijalani secara konsisten tanpa harus mengorbankan kesehatan, waktu istirahat, atau produktivitas harian,” pungkasnya.

Pos terkait