KKN UNP: Siapkan Pariaman Hadapi Tsunami, Edukasi Masyarakat

mahasiswa-unp-laksanakan-kkn-di-kota-pariaman
Mahasiswa UNP Laksanakan KKN di Kota Pariaman

Pariaman – Sebanyak 69 mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) diterjunkan ke Kota Pariaman untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan fokus utama pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman tsunami. Program KKN Tematik ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi strategis antara dunia pendidikan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta pemerintah daerah dalam upaya mitigasi bencana.

Wakil Walikota Pariaman, Mulyadi, menyambut baik inisiatif UNP tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kota Pariaman sebagai lokasi KKN dengan tema “Tsunami Ready Community”. “Saya ucapkan terimakasih kepada BMKG melalui Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang dan UNP atas kepercayaan dan kerjasamanya dalam menyelenggarakan program KKN Tematik ini, yang relevan dan dibutuhkan Kota Pariaman sehubungan dengan potensi Megatrust Mentawai yang sangat berdampak di wilayah Pesisir Sumatera Barat umumnya dan Kota Pariaman khususnya,” ujar Mulyadi saat menyambut kedatangan mahasiswa KKN UNP di Aula Balaikota Pariaman, Kamis (10/7).

Bacaan Lainnya

Mulyadi menambahkan, KKN Tematik ini menjadi perwujudan kolaborasi nyata antara perguruan tinggi, BMKG, dan pemerintah daerah, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman, dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami. Serah terima mahasiswa KKN dilakukan oleh Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UNP, Dr. Yasdinul Huda.

Yasdinul Huda, yang mewakili LPPM UNP, menjelaskan bahwa mahasiswa KKN akan menerapkan pendekatan partisipatif dan edukatif yang dikombinasikan dengan teknologi BMKG serta kearifan lokal masyarakat. Ia berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga berperan aktif dalam membangun sistem peringatan dini dan evakuasi mandiri.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang, Suaidi Ahadi, turut menekankan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor untuk mengurangi risiko bencana secara sistemik. Suaidi Ahadi pada Kamis (10/7) menyampaikan, pihaknya berharap mahasiswa KKN Tematik dapat membantu masyarakat untuk diakui menjadi Destana (Desa Tangguh Bencana) oleh UNESCO, sehingga dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan desa. “Kami berharap Mahasiswa KKN Tematik ini bisa membantu masyarakat untuk diakui menjadi Destana (Desa Tangguh Bencana) untuk diakui oleh UNESCO, dan dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan desanya,” katanya.

Ke-69 mahasiswa KKN Tematik tersebut akan ditempatkan di lima desa dan satu kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan di Kota Pariaman, meliputi Desa Naras I, Desa Padang Biriak-Biriak, Kelurahan Karan Aur, Desa Pasir Sunur, Desa Marunggi, dan Desa Taluak.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kota Pariaman Elvis Chandra, Plt. Kalaksa BPBD Kota Pariaman, Kepala OPD, Kabag, Camat, Lurah dan Kepala Desa.

Pos terkait