Padang – Kekompakan dan sinergi lintas instansi menjadi penentu utama dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus mempercepat penanganan bencana hidrometeorologi di Provinsi Sumatera Barat, tegas Gubernur Mahyeldi Ansharullah.
Mahyeldi menyampaikan hal itu saat menghadiri silaturahmi antara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan BUMN, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Taman Kantor Bea Cukai Teluk Bayur, Padang, Kamis (8/1/2026). Kegiatan difokuskan sebagai ruang konsolidasi untuk memperkuat koordinasi lintas sektor.
Ia menilai tantangan kebencanaan dan dinamika sosial tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan harus ditangani kolektif oleh seluruh unsur pimpinan daerah. Menurut Mahyeldi, respons cepat dan terkoordinasi menjadi penentu utama dalam meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat.
“Pertemuan ini sangat positif untuk memperkuat kekompakan. Dengan sinergi yang kuat, langkah-langkah penanganan persoalan daerah, termasuk bencana, bisa dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi,” ujar Mahyeldi dalam acara tersebut.
Gubernur menekankan bahwa stabilitas daerah tidak hanya terkait keamanan, tetapi juga mencakup kepercayaan publik terhadap kemampuan pemerintah dan pemangku kepentingan lain dalam melindungi masyarakat. Karena itu, ia meminta komunikasi lintas instansi terus dijaga agar setiap persoalan dapat ditangani secara terpadu.
Mahyeldi mengungkapkan soliditas Forkopimda Sumatera Barat mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri. Pengakuan itu, menurutnya, menjadi bukti bahwa pola kolaborasi yang dibangun di provinsi berjalan pada jalur yang tepat, dan diharapkan terus diperkuat seiring meningkatnya kompleksitas tantangan daerah.
Silaturahmi tersebut sekaligus menjadi simbol komitmen bersama seluruh unsur pimpinan daerah untuk menjaga stabilitas Sumatera Barat. Mahyeldi menegaskan sinergi lintas instansi harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar agenda seremonial.







