Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Majelis Rasulullah mendesak pemerintah untuk meninjau ulang dan menarik Indonesia dari keanggotaan Board of Peace (BoP), dengan alasan partisipasi negara dinilai tidak efektif dalam mendorong perdamaian global.
Wakil Ketua Umum MUI Muhammad Cholil Nafis menyampaikan permintaan tersebut usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3). “Saya kira soal BoP juga sama, kita minta ini tidak efektif ya keluar saja,” ujar Cholil kepada wartawan.
Cholil menjelaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam BoP — forum yang dibentuk mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump — tidak memberi kontribusi yang signifikan. Ia menilai Indonesia sebaiknya memaksimalkan peran dalam forum yang lebih representatif, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). “Kemudian bagaimana bisa berperan Indonesia itu untuk masing-masing menghargai terhadap kedaulatannya masing-masing,” tuturnya.
Cholil juga mengingatkan dampak perang berkepanjangan di kawasan Timur Tengah yang menurutnya hanya menimbulkan kerugian bagi semua pihak dan menegaskan harapan agar peran PBB dioptimalkan untuk menciptakan perdamaian. “Kemudian kita berharap juga ini bisa menciptakan perdamaian dengan memaksimalkan peran PBB, dan oleh karena itu karena semua akan rugi kalau ini perang terus berlangsung,” kata Cholil.
Pendapat serupa disampaikan Ketua Dewan Pembina Majelis Rasulullah Pusat Nabiel Al Musawa. Nabiel menegaskan keberadaan BoP kurang efektif dan meminta Presiden Prabowo menimbang kembali keikutsertaan Indonesia. “Kalau menurut kami keberadaan BoP kurang efektif. Jadi mungkin presiden perlu meninjau ulang, kalau bisa mengundurkan diri lebih bagus,” ujar Nabiel, seraya menambahkan pihaknya siap memberikan masukan kepada presiden jika diberikan kesempatan.







