Padang – Pemerintah Kota Padang menggencarkan optimalisasi pengumpulan dan pendistribusian zakat dengan mengukuhkan pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di wilayahnya. Langkah ini diambil untuk mendukung program unggulan kota di bidang keagamaan, terutama program Smart Surau.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menegaskan bahwa UPZ memiliki peran strategis dalam pengelolaan zakat yang amanah dan profesional. “Program Smart Surau bukan hanya sebatas memakmurkan masjid, tetapi juga menjadikannya sebagai pusat pemberdayaan umat dan generasi muda,” kata Maigus Nasir saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Pengukuhan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengurus UPZ, Kamis (9/10), di Gedung Bagindo Aziz Chan, Kantor Balai Kota Aie Pacah.
Ketua Baznas Kota Padang, Yuspardi, menyatakan bahwa keberadaan UPZ masjid akan memperkuat jaringan pengelolaan zakat hingga ke tingkat jamaah. “Hal ini diyakini mampu meningkatkan kesadaran umat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan tepat sasaran,” ungkap Yuspardi.
Pengukuhan ini diikuti oleh pengurus UPZ dari 11 masjid besar di setiap kecamatan serta Masjid Agung Nurul Iman. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi bimbingan teknis bagi para pengurus UPZ, meliputi tata kelola zakat, transparansi laporan, hingga strategi pemberdayaan umat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Edi Oktafiandy, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Padang, Jasman, para Camat se-Kota Padang, serta unsur terkait lainnya. Pemerintah Kota Padang berharap UPZ dapat menjalankan tugas secara profesional dan berkontribusi maksimal dalam mewujudkan Kota Padang yang religius, sejahtera, dan berdaya saing.







