Padang – Ribuan warga memadati kawasan Car Free Day depan Mapolda Sumatera Barat, Minggu (21/6/2026), untuk mengikuti deklarasi penolakan penyalahgunaan narkoba, praktik LGBT, tawuran, dan pergaulan bebas. Kegiatan ini menandai komitmen bersama pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat dalam menjaga generasi muda dari perilaku menyimpang.
Dukungan peserta terlihat dari penandatanganan kain putih sepanjang satu kilometer yang dibentangkan dalam kegiatan tersebut.
Sejumlah pejabat hadir, di antaranya Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Maigus Nasir, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, jajaran Forkopimda, serta tokoh adat.
Fadly Amran mengatakan deklarasi ini menjadi langkah penting untuk menjaga muruah generasi muda Minangkabau. Ia mengapresiasi LKAAM Sumbar dan Forkopimda yang telah menggagas kegiatan tersebut.
“Kota Padang dan Sumatera Barat harus menjadi daerah yang diberkahi dengan berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” tegas Fadly.
Ia menambahkan, Pemko Padang terus memperkuat pencegahan melalui program Smart Surau, Sinergi Nagari, dan pemberdayaan Dubalang Kota. Pemerintah kota juga sedang menyelesaikan penyelarasan regulasi antara Perda Ketertiban Umum dan Perda Penguatan Nagari agar hukum adat dapat memberi peran lebih tegas dalam sanksi sosial.
Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menilai perlindungan terhadap generasi muda harus dimulai dari keluarga sebagai lingkungan terkecil. Ia juga mendorong pembentukan Kampung Bebas Narkoba dan mengapresiasi pemuda yang aktif membangun karakter positif di lingkungan masing-masing.
Kepala BNNP Sumbar Toton Rasyid menegaskan pentingnya pencegahan dengan mengacu pada data prevalensi 2019 yang mencatat sekitar 65 ribu warga Sumbar pernah terpapar narkotika. Menurut dia, keterbatasan kapasitas rehabilitasi membuat peran masyarakat menjadi sangat penting untuk menekan angka pengguna baru.
Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar Datuak Sati meminta pemerintah daerah mengalokasikan anggaran khusus guna mendukung program pencegahan narkoba dan pembinaan generasi muda.
Di akhir kegiatan, Fadly kembali mengingatkan para orang tua agar menjadikan keluarga sebagai benteng utama menghadapi pengaruh negatif sosial.







