Padang Panjang – Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Endang Aminudin Aziz, mendorong Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) di Padang Panjang berkembang menjadi ruang literasi, pendidikan, dan kebudayaan yang terbuka untuk masyarakat luas.
Dorongan itu disampaikan Endang saat meninjau Museum Bustanul Arifin bersama Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, Rabu (3/6/2026).
Endang menilai museum tak cukup hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah. Menurut dia, museum harus dihidupkan sebagai ruang belajar yang aktif, inklusif, dan mudah dimanfaatkan berbagai kalangan.
“Tempat ini harus dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan literasi. Perpusnas memiliki skema bantuan pembiayaan bagi komunitas yang aktif dan membuka peluang kemitraan untuk mengembangkan budaya baca,” ujar Endang.
Ia mengatakan, predikat Padang Panjang sebagai Kota Literasi menjadi modal penting untuk mengoptimalkan kawasan PDIKM sebagai titik berkumpul komunitas. Menurut dia, kegiatan rutin seperti pelatihan literasi dan pameran budaya akan membuat kawasan itu lebih hidup dan menarik dikunjungi.
Perpusnas juga menyatakan siap mendukung pengembangan PDIKM melalui bantuan pembiayaan bagi komunitas literasi. Dukungan tersebut diharapkan dapat melahirkan kegiatan berbasis buku, diskusi, hingga pameran yang berkelanjutan.
Sementara itu, Allex Saputra menyatakan pemerintah daerah siap bersinergi dengan program pusat untuk menjadikan PDIKM sebagai ruang publik yang produktif.
“Keberadaan PDIKM harus terus dioptimalkan sebagai pusat pembelajaran dan kreativitas. Dengan semakin banyak kegiatan yang dilaksanakan, PDIKM akan semakin dikenal luas dan memberikan dampak positif bagi sektor edukasi maupun pariwisata daerah,” tutur Allex.







