Limapuluh Kota – Kepolisian Daerah Sumatera Barat mengusut peredaran video call seks berdurasi 31 detik yang telah viral lebih dari sebulan dan menampilkan pria yang diduga mirip Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang; Bupati tersebut telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.
Dalam cuplikan video itu terlihat seorang pria yang diduga menyerupai Safni berbaring di atas tempat tidur mengenakan kemeja kotak-kotak biru-putih, sementara seorang wanita tampak tanpa busana. Latar kamar memperlihatkan lemari besar berisi pakaian termasuk kemeja dan pakaian formal lain, dan pada salah satu adegan baik pria maupun wanita terlihat melakukan onani di depan kamera.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar, Kombes Pol Andry Kurniawan, mengatakan fokus penyelidikan saat ini adalah laporan pemerasan yang terkait dengan peredaran video tersebut. “Kami masih dalam penyelidikan laporan pemerasan terkait video call sex itu,” ujarnya, Selasa (24/2/2025).
Andry menjelaskan pelaporan menyebut pelaku menggunakan akun palsu di media sosial untuk melakukan pemerasan. “Dilaporkan akun fake, itu masih pendalaman. Akun ini melakukan pemerasan dengan mengirimkan rekening,” kata Andry.
Menurut Andry, motif pemerasan diduga untuk mencegah penyebaran video ke publik dengan meminta uang sebagai syarat agar video tidak disebar. “Intinya, pelaku meminta uang supaya mungkin (video) tidak disebar, tujuannya,” ujarnya.
Polda Sumbar menyatakan penyelidikan akan terus dilanjutkan untuk mengungkap identitas pelaku dan asal muasal penyebaran video tersebut, termasuk pemeriksaan akun-akun terkait dan jejak transaksi yang dilaporkan oleh pelapor.







