Padang – Tim SAR gabungan pada Rabu (21/1/2026) sore menemukan nelayan Dedy Fernando (44) dalam keadaan meninggal setelah dua hari pencarian di perairan Muaro Sunua.
Jasad warga Sunua Barat itu dievakuasi sekitar pukul 15.52 WIB tidak jauh dari lokasi terakhir korban dilaporkan hilang, sekitar 100 meter dari Last Known Position (LKP).
Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, menyatakan penemuan merupakan hasil penyisiran sistematis tim. “Korban ditemukan pada koordinat 0∘40′31.72″S−100∘9′31.75″E, atau berjarak sekitar 100 meter dari Last Known Position (LKP). Tim menggunakan metode penyisiran sejajar (Parallel Sweep Search) untuk menyisir area tersebut,” jelas Abdul Malik dalam keterangan resminya.
Pencarian dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan melibatkan puluhan personel yang dibagi ke dalam tiga unit reaksi cepat (Search and Rescue Unit/SRU). SRU 1 memusatkan operasi di titik utama (LKP) dengan menggunakan Rubber Boat (LCR) dan teknologi Aqua Eye untuk pendeteksian bawah air, sementara SRU 2 dan SRU 3 memperluas area penyisiran masing-masing hingga sekitar ±1 km2.
Operasi SAR mengerahkan unsur Basarnas, Polairud, BPBD Kota dan Kabupaten Pariaman, TNI/Polri (Babinsa dan Bhabinkamtibmas), serta relawan dari Rapi dan Gorila. Setelah dievakuasi, jenazah Dedy Fernando dibawa ke RSUD Kota Pariaman untuk proses lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga.
Dengan ditemukannya korban, pihak SAR mengusulkan penutupan operasi. Abdul Malik mengapresiasi kerja semua pihak di lapangan. “Seluruh unsur yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Kami ucapkan terima kasih atas kerja keras dan sinergi di lapangan,” tutup Abdul Malik.







