UNAND Pacu Transformasi: Target Reputasi Global 2029, Riset Unggul Digenjot!

unand-rayakan-dies-natalis-ke-69,-rektor-paparkan-peta-jalan-transformasi-menuju-reputasi-global
UNAND Rayakan Dies Natalis ke-69, Rektor Paparkan Peta Jalan Transformasi Menuju Reputasi Global

Padang – Universitas Andalas (UNAND) menargetkan diri menjadi perguruan tinggi bereputasi global pada tahun 2029. Target ambisius ini diumumkan bersamaan dengan peluncuran Peta Jalan Transformasi dan perayaan Dies Natalis ke-69 di Kampus Limau Manis, Sabtu (13/9/2025).

Rektor UNAND, Efa Yonnedi, menyatakan, fondasi transformasi ini akan dibangun melalui pembenahan sistem manajemen dan budaya organisasi. “Fokus tahun ini adalah membenahi fondasi melalui sistem manajemen yang solid berbasis teknologi informasi, untuk mewujudkan tata kelola yang transparan dan efisien,” ujarnya dalam sambutannya.

Bacaan Lainnya

Untuk mendukung target tersebut, UNAND telah menunjukkan sejumlah pencapaian signifikan. Dana penelitian yang berhasil diraih mencapai Rp43,9 miliar pada tahun 2025, menempatkan UNAND di peringkat ke-4 nasional dalam pendanaan riset dari DPPM Dikti.

Di tingkat nasional, UNAND menduduki peringkat 6 versi SINTA dan peringkat 8 versi Times Higher Education (THE) Indonesia. Sementara di tingkat Asia, UNAND berada di peringkat 461-470 versi QS World University Rankings.

UNAND juga mencatat keberhasilan dalam komersialisasi hasil riset, termasuk tinta pemilu yang digunakan pada Pilkada 2024 dan alat diagnostik kesehatan, yang menghasilkan royalti lebih dari Rp700 juta hingga Agustus 2025.

Lebih lanjut, kualitas akademik UNAND terbukti dengan 91% dari 153 program studi yang terakreditasi Unggul/A (57%) dan Baik Sekali/B (34%). Sebanyak 27 program studi bahkan telah meraih akreditasi internasional.

Dalam acara yang sama, UNAND menghadirkan Presiden Gifu University Jepang, Profesor Yoshida Kazuhiro, sebagai pembicara kunci.

Meski demikian, Efa Yonnedi mengakui adanya tantangan yang dihadapi, termasuk penurunan jumlah peminat jalur seleksi mandiri sebesar 14,3% dan minimnya jumlah mahasiswa internasional (87 orang atau 0,24% dari total mahasiswa).

“Kami berkomitmen untuk terus berbenah, baik dari sisi sumber daya manusia, infrastruktur, maupun tata kelola keuangan,” tegas Efa Yonnedi. UNAND telah meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian dan nilai akuntabilitas kinerja A dari Ditjen Diktiristek.

Pos terkait