Solok Kota – Pemerintah Kota Solok memasang target cakupan layanan Pekan Posyandu Bidang Kesehatan 2026 sebesar 95 persen dari total sasaran sebagai langkah memperkuat layanan kesehatan dasar untuk ibu dan anak, kata Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra saat menghadiri pelaksanaan kegiatan di Kelurahan Kampung Jawa, Selasa (10/2).
Kegiatan yang dilaksanakan serentak di seluruh posyandu se-Kota Solok itu difokuskan pada pemantauan kesehatan ibu hamil, balita, dan anak usia dini melalui pemeriksaan rutin, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemberian edukasi gizi kepada keluarga. “Kami menargetkan cakupan layanan Pekan Posyandu tahun ini mencapai 95 persen dari total sasaran,” ujar Ramadhani.
Wali Kota menilai capaian tersebut realistis berkat dukungan lintas sektor dan peran aktif kader posyandu di seluruh kelurahan, sehingga pelaksanaan terkoordinasi dapat memperlancar deteksi dini masalah kesehatan anak dan ibu yang membutuhkan tindak lanjut cepat. Pelaksanaan terpadu ini diharapkan mempercepat rujukan dan penanganan kasus yang ditemukan di lapangan.
Ramadhani menegaskan fungsi strategis Pekan Posyandu dalam upaya pencegahan stunting. “Melalui pemeriksaan yang terjadwal dan terintegrasi, pemerintah dapat melakukan deteksi dini terhadap risiko stunting sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Selain layanan kesehatan, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Partisipasi aktif orang tua dan dedikasi kader posyandu disebutkan sebagai kunci keberhasilan program.
Pemerintah Kota Solok menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia unggul. Melalui Pekan Posyandu 2026, pemerintah berharap derajat kesehatan masyarakat meningkat dan upaya penurunan angka stunting dapat tercapai secara berkelanjutan.







